RSS

Ibu, Pendidik Pertamaku

recovery.png

Dialah Ibu, wanita mulia yang paling berhak atas anaknya, yang karena kemuliaannya, Rasulullah mendudukannya 3 kali lebih utama sebelum ayah.

Terlampau banyak kebaikan bila harus diuraikan dengan kumpulan kata. Yang kutahu, Ibulah pendidik pertamaku, yang selalu bersabar mendidik dengan ketulusan dan akan menjadi tegas kala aku berlaku salah.

Jauh sebelum aku mengenal istilah dakwah, Ibu telah mengajarkan pentingnya berbagi kebaikan atau melerai sebuah pertengkaran.

Jauh sebelum kita dewasa dan pernah menyimpan rasa suka, Ibu telah mencurahkan kasih sayang pada anaknya, bahkan sebelum melihat fisiknya secara langsung.

Ibu, ya dialah orang pertama yang paling berhak meraih cinta dari anaknya, meski kasih sayang ibu jauh lebih tak berbatas.

Inspirasi dan pembelajaran, sarat terlukis pada sosoknya. Ibu biasa yang menjadi luar biasa karena ketulusannya. Ibu yang memilih ayah karena kesabaran dan kesholihan, yang kuat menanamkan karakter pada anak-anaknya.

Kini, saat Allah beriku kesempatan untuk banyak belajar mengelola dan mendidik anak-anak di sekolah. Aku semakin sadar bahwa suka duka itu pasti ada, tapi keyakinan bahwa di antara mereka kelak akan menarik kita ke surga, itulah pembelajaran bermakna, seperti yang ibu ajarkan:  bahwa mendidik butuh ilmu, kesabaran dan kesandaran yang kuat Pada-Nya.

Alhamdulillah, Puji Syukur hanya untukMu Yaa Allah..

Iklan
 
 

Tag: ,

Selamat Hari Ayah Nasional

artikel28-1

Ayah, satu sosok pahlawan yang mengajarkanku pengorbanan dan kesabaran.
Kepala Sekolah dan juga Guru terbaik yang pernah kumiliki selama aku duduk di bangku sekolah kehidupan.

Ayah,..
Terimakasih karena tak pernah lelah menjadi penopang hidup kami, yang senantiasa menanamkan karakter kebaikan.
Terimakasih karena telah membawaku hidup dalam nafas Islam yang mulia.

Selamat hari Ayah Nasional
Bila kelak aku telah pergi, tetaplah menjadi ayah terbaik bagi anak-anakmu.
Dan aku akan  berusaha menjadi puteri terbaikmu..

Aku berjanji untuk hidup dan mati dalam keadaan Islam, ayah..

teriring salam hangat dan doa.
SweetHome,12 November 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2015 in A Macam kisah dan motivasi

 

Tag:

Dari Faiz Untuk Bunda dan Dunia

Dalam bait puisi tersimpan berbagai makna yang teramat dalam.
Seseorang yang senang menulis puisi, biasanya akan cenderung lebih peka terhadap keadaan sekitar.
Seperti puisi-puisi di bawah ini, karya seorang anak berusia 8 tahun kala itu.
Banyak yang masih mengoleksi karyanya, khususnya di kalangan sastrawan,
karena tak banyak anak seusia SD kelas 2 yang gemar menulis puisi hingga menulis surat bagi presiden seperti Faiz saat itu.

Dalam kumpulan puisi ini, Faiz mengambil tema seperti tokoh pahlawan, kasih sayang, kepedulian sosial hingga surat bagi Presiden.
namun yang tidak kalah menarik adalah puisi-puisi yang mengangkat tema tentang ibu.
Ya, membacanya seperti meresapi bait-bait kasih sayang  bunda pada anaknya
yang karenanya ia tuangkan dalamsebuah buku, khusus dedikasikan untuk dunia dan ibundanya: Helvy Tiana Rosa

Berikut kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz

PUISI BUNDA

bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku
tapi semakin lama kuamati

senyuman bunda adalah puisi
tatapan bunda adalah puisi
teguran bunda adalah puisi

belaian dan doanya adalah puisi cinta
yang disampaikannya padaku
tak putus putus

tak putus putus
bahkan bila kutidur

(Mei 2003)

JALAN BUNDA

bunda

engkaulah yang menuntunku
ke jalan kupu-kupu

(September 2003)

HATTA

Engkau adalah kenangan
yang tumbuh dalam kepala dan jiwaku
Suatu malam kau datang dalam mimpiku
katamu:

jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhaan
sebagai teman paling setia

Aku anak kecil
berjanji menepati
jadi akan kusurati lagi
presiden kita
hari ini

(17 Agustus 2003)

SITI DAN UDIN DI JALAN

Siti dan Udin namanya
sejak pagi belum makan
minum cuma seadanya
dengan membawa kecrekan
mengitari jalan-jalan ibu kota

Siti punya ayah
seorang tukang becak
ibunya tukang cuci
berbadan ringkih

Udin tak tahu di mana ayahnya
ditinggal sejak bayi
ibunya hanya pemulung
memunguti kardus dan plastik bekas

Mereka bangun rumah
dari triplek dan kardus tebal
di tepi kali ciliwung
tapi sering kena gusur

Bila malam tiba
mereka tidur di kolong jembatan
ditemani nyanyian nyamuk
dan suara bentakan preman

Siti dan Udin namanya
muka mereka penuh debu
dengan baju rombengan
menyanyi di tengah kebisingan

pagi sampai malam
tersenyum dalam peluh
menyapa om dan tante
mengharap receh seadanya

Beribu Siti dan Udin
berkeliaran di jalan-jalan
dengan suara serak
dan napas sesak oleh polusi

kalau hari ini bisa makan
sudah alhamdulillah
tapi tetap berdoa
agar bisa sekolah
dan punya rumah berjendela

(Februari 2003)

AYAH BUNDAKU

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga
Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah nanti

(Januari 2002)

MENARUH

Aku menaruh semua mainan
dan teman di sisiku

Aku menaruh bunda di hatiku
dekat sekali
dengan tempat kebaikan

Tapi
Aku tak bisa menaruh Allah

Ia menaruhku di bumi
bersama bunda dan semua

Ia ada dalam tiap napas
dan penglihatanku

Allah, hari ini kumohon
taruhlah para anak jalanan,
teman-teman kecilku yang miskin
dan menderita
dalam belaianMu

dan buatlah ayah bunda
menjadi kaya
dan menaruh mereka
di rumah kami

Amin.

(Juli 2001)

SURAT BUAT IBU NEGARA

Kepada Yang Terhormat

Presiden Republik Indonesia
Megawati
Di Istana

Assalaamualaikum.

Ibu Mega, apa kabar?
Aku harap ibu baik-baik seperti aku saat ini.

Ibu, di kelas badanku paling tinggi.
Cita-citaku juga tinggi.

Aku mau jadi presiden.
Tapi baik.
Presiden yang pintar,
bisa buat komputer sendiri.

Yang tegas sekali.
Bisa bicara 10 bahasa.
Presiden yang dicintai orang-orang.
Kalau meninggal masuk surga.

Ibu sayang,

Bunda pernah cerita
tentang Umar sahabat Nabi Muhammad.
Dia itu pemimpin.

Umar suka jalan-jalan
ke tempat yang banyak orang miskinnya.

Tapi orang-orang tidak tahu kalau itu Umar.
Soalnya Umar menyamar.
Umar juga tidak bawa pengawal.

Umar jadi tahu
kalau ada orang yang kesusahan di negerinya
Dia bisa cepat menolong.

Kalau jadi presiden
aku juga mau seperti Umar.

Tapi masih lama sekali.
Harus sudah tua dan kalau dipilih orang.

Jadi aku mengirim surat ini
Mau mengajak ibu menyamar.

Malam-malam kita bisa pergi
ke tempat yang banyak orang miskinnya.

Pakai baju robek dan jelek.
Muka dibuat kotor.

Kita dengar kesusahan rakyat.
Terus kita tolong.

Tapi ibu jangan bawa pengawal.
Jangan bilang-bilang.

Kita tidak usah pergi jauh-jauh.
Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan.

Mereka mengamen mengemis.
Tidak ada bapak ibunya.

Terus banyak orang jahat
minta duit dari anak-anak kecil.

Kasihan.

Ibu Presiden,
kalau mau, ibu balas surat aku ya.

Jangan ketahuan pengawal
nanti ibu tidak boleh pergi.

Aku yang jaga
supaya ibu tidak diganggu orang.

Ibu jangan takut.
Presiden kan punya baju tidak mempan peluru.

Ada kan seperti di filem?
Pakai saja.

Ibu juga bisa kurus
kalau jalan kaki terus.

Tapi tidak apa.
Sehat.

Jadi ibu bisa kenal orang-orang miskin
di negara Indonesia.

Bisa tahu sendiri
tidak usah tunggu laporan

karena sering ada korupsi.

Sudah dulu ya.
Ibu jangan marah ya.

Kalau tidak senang
aku jangan dipenjara ya.

Terimakasih.

Dari

Abdurahman Faiz

Kelas II SDN 02 Cipayung Jakarta Timur

PENGUNGSI DI NEGERI SENDIRI

Tak ada lagi yang menari
di antara tenda-tenda kumuh di sini
hanya derita yang melekat di mata

dan hati kami

Tidak satu nyanyian pun

pernah kami dendangkan lagi

hanya lagu-lagu airmata

di antara lapar, dahaga

pada pergantian musim

Sampaikah padamu, saudaraku?

(Oktober 2003)

BUNDA CINTAKU

Bunda

kau selalu ada di sisiku

kau selalu di hatiku

senyummu rembulan

baktimu seperti matahari

yang setia menyinari

dan cintamu adalah udara

yang kuhirup setiap hari

meski di dalam sedih

walau dalam susah

langkahmu pasti

jadikan aku insan berarti

terimakasih bunda cintaku

(November 2002)

TUJUH LUKA DI HARI ULANGTAHUNKU

Sehari sebelum ulangtahunku

aku terjatuh di selokan besar

ada tujuh luka membekas, berdarah

aku mencoba tertawa, malah meringis

Sehari sebelum ulangtahunku

negeriku masih juga begitu

lebih dari tujuh luka membekas

kemiskinan, kejahatan,

korupsi di mana-mana,

pengangguran, pengungsi

jadi pemandangan

yang meletihkan mata

menyakitkan hati

Tapi ada yang seperti lucu di negeriku

orang yang ketahuan berbuat jahat

tidak selalu dihukum

namun orang baik bisa dipenjara

Pada ulangtahunku yang kedelapan

aku berdiri di sini dengan tujuh luka

sambil membayangkan Indonesia Raya

dan selokan besar itu

Tiba-tiba aku ingin menangis

(15 November 2003)

SIAPA MAU JADI PRESIDEN?

menjadi presiden itu

berarti melayani

dengan segenap hati

rakyat yang meminta suka

dan menyerahkan jutaan

keranjang dukanya padamu

(November, 2003)

DARI SEORANG ANAK IRAK DALAM MIMPIKU, UNTUK BUSH

Mengapa kau biarkan anak-anak meneguk derita

peluru-peluru itu bicara pada tubuh kami

dengan bahasa yang paling perih

Irak, Afghanistan, Palestina

dan entah negeri mana lagi

meratap-ratap

Mengapa kau koyak tubuh kami?

apa yang kau cari?

apa salah kami?

kami hanya bocah

yang selalu gemetar mendengar

keributan dan ledakan

mengapa kau perangi bapak ibu kami?

Kini

kami tak pernah lagi melihat pelangi

hanya api di matamu

dan sejarah yang perih

tapi kami sudah tak bisa lagi menangis

Kami berdarah

Kami mati

(Oktober 2003)

PENULIS

Ayahku wartawan

bundaku sastrawan

dan akulah dia

yang susah payah

mengumpulkan semua cinta

semua duka

menjadikannya untaian kata

yang kualamatkan pada dunia

mungkin menjadi kebaikan

yang bisa dibaca siapa saja

dan sedikit uang

untuk kusedekahkan

pada fakir miskin

(Agustus 2003)

MUHAMMAD RINDUKU

Kalau kau mencintai Muhammad

ikutilah dia

sepenuh hati

apa yang dikatakan

apa yang dilakukan

ikuti semua

jangan kau tawar lagi

sebab ialah lelaki utama itu

memang jalan yang ditempuhnya

sungguh susah

hingga dengannya terbelah bulan

tapi kalau kau mencintai Rasul

ikutilah dia

sepenuh rindumu

dan akan sampailah kau padaNya

(April 2003)

KEPADA KORUPTOR

Gantilah makanan bapak

dengan nasi putih, sayur dan daging

jangan makan uang kami

lihatlah airmata para bocah

yang menderas di tiap lampu merah jalan-jalan Jakarta

dengarlah jerit lapar mereka di pengungsian

juga doa kanak-kanak yang ingin sekali sekolah

Telah bapak saksikan

orang-orang miskin memenuhi seluruh negeri

tidakkah menggetarkan bapak?

Tolong, Pak

gantilah makanan bapak seperti manusia

jangan makan uang kami

(Oktober 2003)

DOAKU HARI INI

Tuhanku

berikanlah waktumu padaku

untuk tumbuh di jalan cinta

dan menyemainya

di sepanjang jalan ayah bundaku

di sepanjang jalan Indonesiaku

di sepanjang jalan menujuMu

Amin

(Juli, 2003)

BUNDA KE AMERIKA

Sepucuk surat undangan sampai pagi ini di rumah kami

untuk bundaku tercinta

dari universitas di Amerika

aku tahu bundaku pintar

juga amat berbudaya

tak heran bila ia diundang bicara

sampai ke negeri adidaya

ia adalah muslimah ramah

dengan jilbab tak pernah lepas dari kepala

sehari-hari berbicara benar

dan tak henti membela yang lemah

dari berita yang kubaca

Amerika penuh rekayasa

khawatir pun melanda

bila jilbab dijadikan masalah

Bagaimana bila bunda

tiba-tiba dianggap anggota alqaidah?

bukankah Presiden Amerika

menuduh dengan mudah

siapa saja yang tak dia suka?

Maka aku minta kepada Allah

agar bunda dilindungi senantiasa

bunda tersenyum dan memelukku

ia teguh pergi dengan jilbab di kepala

katanya: hanya Allah maha penjaga

(September 2003)

PUISI BUNDA 2

Engkau adalah puisi abadiku

yang tak mungkin kutemukan dalam buku

(November 2003)

Sumber buku:

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in Uncategorized

 

Tag: , ,

TIPS MENGURANGI SODIUM DALAM MASAKAN

Supmi

Sodium merupakan zat gizi mikro yang terdapat dalam aneka bahan pangan dan masakan. Di dalam masakan, selain dari bahan yang digunakan, sodium juga berasal dari penggunaan bahan tambahan. Garam dapur (NaCl) adalah salah satu kontributor sodium dalam masakan. Dalam 1 sendok makan garam (4,8 g), terkandung 1888 mg sodium.

Garam digunakan dalam masakan dengan tujuan untuk memberikan rasa enak bagi masakan dengan kontribusi terhadap asin. Sayangnya, rasa enak dengan penggunaan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit hipertensi dan lainnya. Oleh sebab itu, berbagai penelitian dilakukan untuk mengurangi kandungan sodium dalam masakan. Penelitian yang cukup populer dan terbukti efektif adalah dengan mengoptimalkan sumber rasa umami, seperti MSG (monosodium glutamat). Penelitian yang dilakukan Yamaguchi, S dan Takahashi, C. (1984) menunjukkan bahwa penambahan MSG dapat mengurangi garam tanpa mengorbankan kelezatan makanan. Pada Gambar 1 terlihat bahwa penambahan MSG sebanyak 0.38% dapat meningkatkan penerimaan suatu masakan oleh konsumen, sementara konsentrasi garam dapat dikurangi. Dalam penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Food Science terungkap, dengan kombinasi tersebut total sodium dalam masakn juga menjadi berkurang. Dengan kombinasi tersebut, jumlah sodium yang diturunkan mencapai 20-40%.

MSG vs Garam
Pertanyaan yang muncul adalah bukankah MSG juga mengandung sodium? Ternyata, setelah diukur dengan berat yang sama, MSG hanya mengandung jumlah natrium 1/3 dari garam. Di dalam MSG hanya terdapat 12% natrium, sedangkan sisanya adalah glutamat bebas (78%) dan air (10%). Artinya, dalam 1 sendok makan MSG hanya terkandung 590 mg sodium. Sedangkan dalam garam dapur, kadar sodiumnya mencapai 40%. Perbandingan antara jumlah sodium pada garam dapur dan MSG secara lengkap dapat dilihat pada Tabel.

tabelMSG

Sumber:
Yunita, Fitria B. dan Simak, Kiki M., 2013b, Umami Indonesia. Tips Mengurangi Sodium dalam Masakan. ed. 6, I: 10-11. Bogor.
klubpompi.pom.go.id

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in food recipes

 

Tag: , ,

8 Kiat Memasak Sayuran

00d9b1e39f02d57be65ad2a9a6eaa3b8_XL
Berikut ini beberapa kiat meminimalkan kerusakan zat gizi pada sayuran yang dimasak:

1. Pengupasan, terutama kentang dan wortel, sebaiknya dilakukan seminimal mungkin agar tidak terlalu banyak menghilangkan zat gizi yang justru terdapat di dekat kulit.

2. Pencucian sebaiknya dilakukan sebelum sayuran dipotong-potong agar tidak banyak melarutkan zat gizi.

3. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan ukuran agak besar. Semakin kecil ukuran bahan, semakin banyak vitamin dan mineral yang terlarut saat dicuci.

4. Pemasakan dilakukan dengan sesedikit mungkin air. Apabila sayuran berkuah, usahakan untuk meminum kuahnya.

5. Memasukkan sayuran ke dalam panci sebaiknya dilakukan jika air telah mendidih untuk memperpendek waktu kontak dengan air panas. Pemasakan dengan cara dikukus lebih sedikit menghilangkan zat gizi dibandingkan dengan direbus.

6. Biarkan panci terbuka selama perebusan agar asam-asam menguap sehingga sayuran tetap berwarna hjau, tidak kecoklatan.

7. Pada pembuatan sayuran bersantan (sayuran lodeh misalnya), gunakan air perebus sesedikit mungkin. Setelah sayuran lunak, baru dimasukkan santan dan diaduk agar santan tidak pecah.

8. Pada penumisan, gunakan minyak nabati sebagai media penggoreng. Masukkan sayuran ke dalam wajan yang telah panas dan tutup sebentar. Setelah keluar uap, wajan dibuka agar warna sayuran tidak berubah. Penumisan sangat baik dilakukan untuk melarutkan vitamin A, D, E, dan K pada sayuran sehingga menjadi mudah diserap di dalam tubuh.

Sumber: Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, Prof Made Astawan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in food recipes

 

Tag: ,

Homestay untuk Mengasuh Keterampilan Sosial Siswa


Seorang siswa membantu bimbingan belajar anak

Yogyakarta – Kamis (7/5) hingga Ahad (10/5), Peserta
didik kelas VIII SMP IT Alam Nurul Islam mengikuti kegiatan homestay di Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul. Program homestay ini adalah program wajib tahunan bagi siswa kelas VIII dengan tujuan sebagai sarana untuk mengasuh keterampilan sosial peserta didik.

“Diharapkan setiap siswa yang mengikuti kegiatan homestay ini dapat belajar bersosial di masyarakat dan mendapatkan pembelajaranberharga dari rutinitas dan lingkungan baru di Dusun Batur.” tutur Hayinnatus Sholihah, S.TP selaku Kepala Sekolah SMP IT Alam Nurul Islam.

Saat pemberangkatan peserta didik diantar ke lokasi dengan menggunakan 2 bus, 1 bus untuk siswa putra dan 1 bus untuk siswa putri. Secara formal, peserta didik diserahkan kepada Bapak Kepala Dusun setempat oleh Ibu Kepala Sekolah serta didampingi oleh ustadz pendamping yaitu Zuhri Muhari Rahman, S.Pd dan Nanang Ardi Widiantoro, S.Pd.  Adapun ustadz dan ustadzah pendamping siswa di lapangan adalah Saryoto, S.Hum dan Asni Ramdani, S.Si.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibagi menjadi 19 kelompok dengan jumlah anggota masing-masing sebanyak 2 siswa, mereka diminta mengikuti kegiatan sehari-hari orang tua asuhnya masing-masing. Mata pencaharian warga Dusun Batur yang mayoritas sebagai petani dan pengrajin menjadi pengalaman baru dan pembelajaran yang berharga bagi siswa.

Selain kegiatan bersama orang tua asuh, siswa juga didampingi untuk membuat program harian sederhana baik individual maupun kelompok Adapun program yang telah terlaksana adalah pendampingan TPA, bimbingan belajar, nonton film bersama, tanding voli bersama warga, jelajah malam serta rihlah ke air terjun Banyunibo.

Selama homestay, peserta tidak diizinkan membawa HP ataupun leptop, kecuali leptop yang disediakan di posko dan hanya diperbolehkan untuk kepentingan tertentu. Orang tua atau wali juga tidak diperkenankan menengok putra-putrinya sebagai upaya untuk membangun kemandirian siswa.

4 hari 3 malam tinggal di dusun nan indah ini membuat siswa merasa senang dan berkesan. “Homestaynya kurang lama ust, meski ada kisah horror tapi kegiatan ini seru banget.” ungkap Fatimah salah seorang siswi kelas VIIIB. [Asni]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2015 in SMP IT ALAM NURUL ISLAM

 

Karena Tarbiyah-Mu

17209

Diri ini bak butiran debu
yang terus menumpuk
Mengotori segumpal darah bernama hati
Hah.. siapa aku ini!
Mengaku sebagai hamba-Mu
Tapi tak jua mengutamakan-Mu
Padahal bukan tenang yang kutemui
hanya keraguan dan kekecewaan hati

Namun Yaa Robbi..

Alangkah manisnya cara-Mu mendekapku untuk kembali
Menyapaku dengan lembutnya belaian dakwah
Menitihku menceraikan ikatan nafsu
Singkapkan butiran debu di hatiku
Dengan Islam dan tarbiyyah dari sang guru

Allah…

Mungkin tak pantas kudambakan ampunan
Namun kan kuupayakan dengan segelintir iman
Agar dapat kuraih sebutir hakikat
Dengan segenggam makrifat yang sarat akan hikmat

Terimakasih untuk perjalanan yang luar biasa ini
Berada dalam lingkaran insan mulia
yang tiada lelah dalam mengarungi jalanNya

Memang benar, terkadang cibiran, hujatan bahkan fitnahan
mewarnai perjalanan ini,
Namun, yakinlah akan janji dalam kalam Illahi-Nya:

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (111:سورة التوبة)

Bukankah dari Tarbiyah-Mu aku belajar tentang segalanya
Tentang cinta dan air mata
Tentang prahara, suka dan duka

Terimakasih Allah telah mengajariku akan makna Ikhlas
Mencukupkanku dengan semangatmu

Kan kubiarkan tiap kata menjadi teguran,
Kan kubiarkan tiap tanda baca menjadi penegas
Bahwa cukup Perhatian-Mu yang kami pinta,
Semoga setiap peristiwa dalam dakwah semaikan benih-benih yang bermakna

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2015 in B Islam World

 

Tag: ,