RSS

Bagaimana Kualitas Hidupku ?

06 Jun

Bismillahirrohmanirrohim

Ba’da Tahmid wa sholawat..

Cerita ini saya susun dari perpaduan Kisah hikmah yang diringkas dari sebuah kajian Jelajah hati oleh Ustad Syautori. Berikut akan coba saya salinkan kisah seorang manusia dengan kualitas hidup surgawinya.. semoga dapat kita ambil tiap butiran hikmahnya.

Kisah ini terjadi pada kehidupan pasangan suami istri yang sudah berumah tangga selama 4 tahun tetapi belum juga dikarunia anak, hingga beberapa kali terdengar  grenengan dari tetangga-tetangga, “kok tidak punya anak, siapa yang bermasalah si istri atau suami??” Kemudian tanpa sepengatuhan masyarakat umum akhirnya mereka melakukan check up ke Lab, dan hasilnya yang bermasalah rupanya adalah istrinya. Saat itu Dokter berkata, “Maaf, ini istri bapak sepertinya memang tidak akan ada harapan untuk mempunyai keturunan, Bapak tidak akan bisa mendapatkan keturunan dari istri Bapak’’. Mendengar ucapan tersebut apa yang diucapkan sang suami..? ‘’Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,’’ karena kabar itu memang musibah, tetapi kemudian ia sambung dengan Alhamdulillah.  Setelah itu dia berkata pada dokter tadi, ‘’Dokter, nanti akan saya panggil istri saya untuk mendengarkan keterangan dari dokter, tapi saya minta tolong agar dokter tidak menyampaikan seperti apa adanya berdasarkan check lab, tolong katakan pada istri saya bahwa yang bermasalah adalah saya’’. Awalnya dokter tidak setuju, tetapi karena keinginan laki2 itu sangat kuat akhirnya dokter mengiyakan. Mendengar keterangan dari dokter, kemudian istri tadi menatap wajah sang suami antara kecewa, jengkel, sedih tetapi seperti tak berdaya.

Setelah itu kehidupan rumah tangga menjadi kurang harmonis, istri menjadi sering marah, mudah emosi, hingga puncaknya lima tahun kemudian, di usia pernikahan 9 tahun rupanya istri sudah tidak tahan. Si Istri berkata, “suamiku.. 9 tahun aku sudah bersabar, semua orang berkata saya sebagai istri sholihah mendampingi suami sekalipun suami tidak mungkin bisa memberikan keturunan, tapi saya sudah tidak sabar lagi, walau bagaimanapun sebagai wanita saya ingin seorang anak yang lahir dari rahim saya sendiri, saya ingin menimang bayi, menyayangi dan mencurahkan kasih sayang kepadanya, jadi saya mohon engkau ceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan laki-laki lain!’’ Anda bisa membayangkan, bagaimana perasaan anda jika laki-laki itu adalah anda atau saudara anda?? Subhanallah, tapi kualitas hidup surgawi sang suami sangat kuat, Ia tidak membongkar rahasia yang sesungguhnya, ia hanya menjawab, “ Istriku ini ujian, ini musibah..ini ujian dari Allah, kamu yang sabar.. kita ikhlas, kita sabar, kita menerima..” tapi apa yang dikatakan istrinya??  “saya nggak butuh ceramah, saya cuma butuh satu kata, CERAI.. ‘’ mendengar kalimat itu sang suami hanya geleng-geleng kepala, lalu istri berkata lagi, “ baik kalau kau tak mau menceraikan saya sekarang saya beri waktu satu tahun’’ Sang suami dalam keadaan tak berdaya ia hanya mengiyakan, tetapi ia amat sangat berharap sekiranya Allah memberikan jalan keluar. Tetapi rupanya, ujian datang kembali dan justru masalah semakin rumit.

Si Istri jatuh sakit, mengalami gagal ginjal dua-duanya dan harus segera diangkat. Dalam keadaan seperti itu si istri berkata kepada suaminya, ‘’suamiku ini semua gara-gara kamu inilah yang membuat saya hancur begini, ‘’. Kemudian memutuskan ini harus segera operasi, suami bilang, ‘’Istri ini ada tugas keluar, saya minta maaf karena beberapa hari ini saya tidak dapat menemanimu sembari saya berusaha barangkali saya bisa mendapatkan orang yang bersedia mendonorkan ginjal untukmu.’’ Bathin istri, ini suami nggak tau diri, istri sakit malah pergi meninggalkan..’’ dan kemudian suami itu pergi menjalankan tugas, tugas apa yang ia jalankan? Ia mendatangi dokter dan berkata, ‘’dokter, saya ingin mendonorkan ginjal saya, ambil satu untuk istri saya, tapi saya minta tolong sembunyikan ini semua dari istri saya, biar hanya Allah, saya dan dokter yang tahu’’.

Baik kemudian disetujui, dan suamipun dioperasi untuk mendonorkan ginjalnya. Kemudian ginjal sang suami di donorkan kepada istrinya dan alhamdulillah operasi berjalan lancar, hingga operasi selesai, sang suami harus menjenguk istrinya dengan wajah yang sangaat lelaah.. Hingga alhamdulillah keduanya kembali sehat..

Sebulan kemudian… Allahu akbar, karunia Allah tiada batas melebihi dugaan manusia. Betapa Rizki Allah begitu luar biasa, dan inilah salah satu hal yang kita yakini, betapa Allah sangat menyayangi orang-orang yang ikhlas, sabar dan memasrahkan kehidupannya kepada Allah lillahita’ala, Allah akan memberikan karomah .. kemuliaan dan itu semua mungkin tidak masuk akal menurut pandangan manusia. Ya, Istrinya HAMIL hingga 9 bulan kemudian lahirlah anak yang lucu, sehat dengan selamat. Karena sudah dikaruniai anak, kira-kira istri masih minta menuntut cerai?? Enggak.. yang ada dia bahagia, cinta keduanya tumbuh kembali, bersemi seperti pada awalnya, dan cinta keduanya tumpah kepada anak yang Allah karuniakan tersebut.

Suatu ketika si suami benar-benar ada tugas kantor keluar, saat ia pergi ia baru ingat kalau buku hariannya yang selama ini menjadi rahasianya tidak ia simpan, ya masih tergeletak di atas meja, kemudia istri melihat dan membacanya, saat itu istri baru sadar dan mengetahui apa yang selama ini terjadi. Menangis itu istri, menangis penuh penyesalan.. menangis merasa bersalah, suaminya langsung ditelepon, menangis benar-benar menangis… Sang suami pun hanya bisa menenangkan si istri, itupun sambil menangis. Hingga saat sang suami pulang ke rumah, istri segera menghampiri dan benar-benar mencium kaki suaminya, suaminya mengangkat si istri tapi si istri tidak berani menatap wajah suaminya sampai 3 bulan, karena merasa bersalahnya si istri..

Teman-teman.. ikhwah fillah yang dirahmati Allah, kalau kita baca dari cerita tadi, belajar dari kehidupan sang suami. Bukankah si suami sudah memenuhi kualitas hidup surgawi?? Beliau tidak hanya tidak mengeluh dan tidak kecewa, tetapi ia ingin menutup agar jangan sampai ada orang lain yang bisa merasa sedih dan kecewa..

Subhanallah luar biasa, pelajaran yang bisa kita petik, betapa penting dan penuh perjuangan untuk bisa memenuhi kualitas hidup surgawi.. karena Kualitas hidup surgawilah yang mampu membawa kita ke surga Allah.. Selain itu betapa hidup ini berwarna, nah warna itulah yang menyebabkan munculnya banyak kelompok, golongan. Tetapi mari kita bayangkan sejenak bagaimana di surga nanti.. Apakah di surga nanti hanya didominasi oleh 1 golongan saja?? Tentu tidak.. 🙂 disana nanti InsyaAllah ada orang Muhammadiyah, NU, ada orang Salafi, HT, Tarbiyyah, Jama’a Tabligh..  karena Surga tidak akan membeda-bedakan berdasarkan ras, suku, golongan, ataupun status sosial. Nah, inilah yang insyaAllah akan terjadi di surga nanti.. Untuk bisa menjadi bagian penghuni surga tersebut, tentunya dengan menghadirkan kualitas hidup surgawi..salah satu  Caranya adalah dengan tidak membeda-bedakan golongan-golongan tertentu, kita tidak lagi melihat seseorang itu dari kelompok A, B ataupun yang lain.. tidak apa ada warna-warna, semuanya berkembang  dan mereka adalah saudara kita.. tida perlu kita bertengkar dengan mereka, karena pertengkaran itu tidak pernah terjadi di surga.. musuh kita bukan saudara kita, musuh kita adalah kemungkaran. Kalaupun menyebut tidak apa2, tetapi yang penting sikap kita tak pernah beda dengan masing2 golongan, karena memang tidak bisa yang berwarna-warna itu dileburkan menjadi satu.. yang perlu kita satukan adalah hati kita.. ya.. bersatu karena Allah..

Semoga menginspirasi.. 🙂
ditulis pada tanggal 13 Juni 2012

Iklan
 
 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: