RSS

“Membangun Kampung Resik di Dusun Kentheng, Banaran, Galur, Kulon Progo sebagai Bentuk Partisipasi Mengatasi Permasalahan Sampah di Indonesia”

06 Jun

      Indonesia merupakan negara yang kaya akan hutan dan lautan, dua kekayaan alam tersebut begitu bermanfaat bagi manusia, namun seringkali justru dari tangan manusia sendirilah yang merusaknya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya masyarakat di Indonesia sangat konsumtif dan sisa dari limbah yang mereka gunakan seringkali tak diolah atau diperdayakan sehingga sampah itu menumpuk dan mengotori lingkungan. Adanya fenomena umum tersebut kami sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Ika Feni S, Asni Ramdani mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi, Dwi Hartanti  mahasiswi Jurusan Pendidikan Kimia, Rianensi Oktavia mahasiswi PGSD PENJAS, Nuur wachid  Abdul Majid mahasiswa P. Teknik Informatika berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat kampung tentang pemilahan dan pengolahan sampah sehingga dapat membangun kampung yang resik dan asri, harapan kami nantinya setelah program tadi berjalan, kampung tersebut bisa menjadi salah satu kampung percontohan dalam hal kebersihan, sehingga dapat memotivasi kampung-kampung lain. Adanya Kampung Resik sebagai bentuk kontribusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada. Kampung tersebut diharapkan menjadi kampung yang dapat mandiri dalam hal pengelolaan sampah, tidak mengandalkan TPA Piyungan, sebagai tempat akhir pembuangan sampah. Munculnya Kampung Resik juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perkapita warga karena warga Kampung Resik dapat mengelola sampah yang ada sebagai bentuk usaha berbasis profit. Sebagai objek pelatihan kami memilih Dusun Kentheng, Banaran Kulonprogo.

Program ini mulanya kami ajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) dengan judul Membangun Kampung Resik di Dusun Kentheng, Banaran, Galur, Kulon Progo sebagai Bentuk Partisipasi Mengatasi Permasalahan Sampah di Indonesia”. Alhamdulillah beberapa program dan kegiatan yang awalnya hanya terkonsep kini sudah dapat diwujudkan. Untuk mencapai tujuan program ini, maka ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu:

  1. Mengajukan surat Izin dan permohonan kerjasama dengan Dinas Lingkungan DIY
  2. Permohonan Kerjasama dengan Dusun Kentheng, Banaran, Galur, Kulon   Progo
  3. Sosialisasi Progam kepada Warga
  4. Workshop Pelatihan Pembuatan Produk Daur Ulang dari Sampah
  5. Pembentukan Struktur Kepengurusan Program Kampung Resik
  6. Pelaksanaan Program Pemilahan Sampah
  7. Pelaksanaan Program Pembuatan Produk Daur Ulang Sampah Anorganik
  8. Pelaksanaan Program Pengolahan Sampah Organik
  9. Pembentukan Koperasi Dusun sebagai Sarana Pemasaran Produk10.  Evaluasi Pelaksanaan Program

DSC01970
sosialisasi dan pelatihanDSC01985

Produk sisa sampah plastik yang telah diolah

Diambil dari Ringkasan laporan PKM M  2012

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2013 in C Karya Ilmiah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: