RSS

” Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Berbahan Selulosa dalam Kulit Buah Markisa”

06 Jun

bioplastic

Indonesia merupakan negara yang kaya akan limpahan sumber daya alam, meskipun sumber daya manusia yang ada masih tergolong rendah dan kekayaan negeri ini belum dapat dikelola dengan cermat. Flora di Indonesia sangat berpotensi memberi banyak manfaat bagi dunia teknologi industri, farmasi, sebagai bahan makanan primer mapun sekunder. Dalam bidang teknologi industri, terutama pembuatan bioplastik, flora di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran yang dapat mempercepat degradasi plastik, salah satunya yaitu buah markisa (Passiflora edulis). Seluruh bagian markisa hampir dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu kulit buahnya selain dapat dijadikan pakan ternak juga dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan plastik, sehingga dapat dikatakan upaya ini sebagai solusi alternatif pembuatan bioplastik yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat tumbuhan.
Plastik merupakan salah satu limbah yang telah banyak menjadi masalah dalam lingkungan hidup sebagai salah satu entropi yang berwujud padat. Diperlukan waktu sekitar 500-1000 tahun bagi sampah plastik untuk terurai sempurna. Plastik merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi pemanasan global. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanasan global semakin meningkat dan menjadi ancaman bagi tiap makhluk hidup. Data dari Environment Protection Body, sebuah lembaga lingkungan hidup di Amerika Serikat, mencatat ada sekitar 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahunnya Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menginformasikan dari total volume timbunan sampah di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia yang  mencapai 666 juta liter per tahun, sekitar 14 persen merupakan sampah plastik. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor sampah plastik terbesar di dunia, apalagi pembatasan penggunaan kantong plastik belum digarap secara baik oleh pemerintah.

Untuk memutus mata rantai pemanasan global maka penggunaan bahan yang ramah lingkungan merupakan salah satu upaya perbaikan bagi masa depan, yaitu dengan mengadakan plastik dengan bahan yang lebih mudah didegradasi oleh mikroorganisme, dengan keseimbangan stabilitas antara pemakaian plastik dan degradasinya serta proporsi tertentu antara bahan asal plastik itu sendiri dengan bahan degradabel. Beberapa kandungan kulit buah markisa sebagai bahan campuran yang degradabel dalam pembuatan plastik ialah pektin, lignin, dan hemiselulosa. Oleh karena itu, kami membuat bioplastik dari  selulosa dalam kulit buah markisa.

Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh halusan kulit markisa yang berwarna putih kekuningan dengan bau khas kulit markisa. Halusan kulit markisa diperoleh dari bagian dalam kulit buah markisa yang sudah masak. Kemudian halusan kulit buah markisa dipanaskan dengan dicampur dengan gula pasir dan urea. Dengan adanya penambahan sejumlah air dan dipanaskan pada suhu yang tinggi, maka akan terjadi gelatinisasi. Gelatinisasi mengakibatkan ikatan amilosa akan cenderung saling berdekatan karena adanya ikatan hydrogen. Setelah mendidih kemudian disaring dan dicampur dengan asam asetat sampai pH 4. Pencampuran acetobakter dilakukan setelah keadaan larutan dingin.Larutan yang telah mendingin di masukkan ke dalam Loyang atau nampan tempat untuk memfermentasikan larutan tersebut. Fermentasi dilakukan selama 7 hari untuk medapatkan nata kulit buah markisa. Nata yang telah terbentuk diperas untuk menghilangkan airnya dan setelah itu di jemur untuk mengeringkan nata menjadi lembaran edible film. Proses pengeringan akan mengakibatkan penyusutan sebagai akibat dari lepasnya air, sehingga gel akan membentuk film yang stabil (Careda, Henrique, Oliveira, Ferraz, dan Vicentini, 2000).

Lembaran edible film yang terbentuk di uji sifat mekanik dan uji biodegradasi. Sifat mekanik yang di uji adalah elongasi. Dari hasil yang pengujian diperoleh hasil biodegradasi kulit buah markisa sebesar 57,87% dalam 12 hari. Untuk uji elongasi (uji mekanik) diperoleh kelenturan sebesar 30,19% dengan simpangan baku 13,68% jika diberi gaya sebesar 15,28 N yang memiliki simpangan baku 1,18 N.
Diharapkan ada analisa dan pengembangan metode penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas hasil yang diperoleh.Sehingga diperoleh edible film dari kulit buah markisa dengan kualitas yang optimal.

diambil dari Ringkasan laporan penelitian 50 judul FMIPA UNY yang disusun oleh Asni Ramdani, Nendi Ariyani dan Diani Nur I.

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2013 in C Karya Ilmiah

 

8 responses to “” Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Berbahan Selulosa dalam Kulit Buah Markisa”

  1. dini

    26 April 2015 at 1:19 pm

    mbak bisa minta jurnalnya?

     
    • Asni Ramdani

      19 Mei 2015 at 1:00 pm

      Duh Dini, maaf baru baca komentarnya..
      Iya boleh Dini.

       
  2. icha

    2 Desember 2015 at 1:22 am

    mba boleh minta jurnal nya?

     
  3. Oki pratama

    21 Desember 2016 at 5:52 am

    Kak boleh mnta jurnalnya gak kak

     
    • Asni Ramdani

      21 Desember 2016 at 6:15 am

      Ya boleh. Besok ya masih di leptop sdg di luar jawa

       
  4. sianturitua88

    26 Januari 2017 at 5:52 am

    kak boleh minta jurnalnya? sayasedang meneliti dari kulit buah jeruk
    mau liat bagaimana metode punya kk boleh yah…
    trims
    ini email saya kk julika.sitinjak@yahoo,com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: