RSS

Qiyadah wal Jundiyah

06 Jun

setiap-kamu-pemimpin

Qiyadah wal Jundiyah merupakan unsur penting bagi mereka yang hidup dan berinteraksi dalam jama’ah. Dalam buku Fiqh Dakwah ada 3 unsur dalam berjama’ah yaitu Qiyadah, jundi dan Sistem.

Al-Qiyadah berarti pimpinan, jenderal, imam
Jundi berarti : prajurit. à jundun, jundaani, junudun

Qiyadah secara bahasa adalah: “Qaada – Yaquudu – Qaudan – Qiyaadatan – Qawwadan – Iqtaada: menuntun, sedang berjalan di mukanya.
Qiyadah adalah seorang pemimpin yang bertugas menuntun siapa saja yang dipimpinnya. Sehingga Qiyadah biasa juga disebut pimpinan, jenderal, imam. Sedangkan Jundi secara bahasa adalah berasal dari kata: “Jundun (Junuudun)” yang berarti tentara/serdadu. Qiyadah merupakan sesuatu yang berhubungan dengan banyak pemimpin (sesuatu yang berhubungan dengan qiadun), bukan Al-qoidah. Hal ini disistemkan dalam suatu syuro’, karena belum berdiri khilafah.

‘’Saat ini, Kepemimpinan itu kolektif, kalau jundi itu tunggal karena memberi implikasi bahwa setiap dari kita adalah jundi.’’

Keputusan syuro’ adalah yang paling tinggi.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (QS. As-Shaff : 4)

Adab Terhadap Qiyadah
Seorang Qiyadah/ Pemimpin jama’ah memiliki hak-hak tertentu yang harus dipenuhi oleh para Jundinya. Seperti bagaimana cara bersikap apabila berinteraksi dengan Qiyadah dan itu harus dimiliki oleh setiap Jundi yang ada dalam jama’ah.

Adab-adab tersebut antara lain :

  • Ta’at
    Ta’at berarti seorang Jundi harus memiliki rasa ta’at dalam menjalankan perintah-perintah serta arahan-arahan yang diberikan kepadanya.
  • Tsiqoh
    Tsiqoh berarti seorang Jundi harus menerima dan memiliki perasaan dan hati yang lapang dalam menerima perintah, amanah, ataupun segala yang datang dari Qiyadah kepadanya tanpa ada keragu-raguan didalamnya.
  • Iltizzam
    Itizzam berarti seorang Jundi harus senantiasa menjaga komitmennya untuk selalu ta’at dan tsiqoh kepada Qiyadah dan Jama’ah.
  • Ihtirom
    Ihtirom berarti seorang Jundi harus memiliki sikap hormat yang tinggi kepada Qiyadah. Dalam mentaati perintah diperlukan sikap ketsiqohan seorang Jundi terhadap Qiyadahnya. Tsiqoh dalam hal ini bukan berarti taqlid buta terhadap segala apa yang diperintahkan. Karena Qiyadah adalah seorang manusia biasa yang dapat pula melakukan sebuah kekhilafan dan salah. Maka sebagai Jundi juga harus senantiasa mengingatkan dengan cara yang ahsan apabila dalam beberapa hal sang Qiyadah dirasa melakukan kekhilafan-kekhilafan yang barangkali tak disadarinya.

Qiyadah juga  bukanlah orang yang paling kuat, paling benar, dan juga bukan orang yang paling bertakqwa diantara kita. Meski begitu kita perlu untuk mempercayainya bahwa pemimpin kita adalah orang yang bisa mengemban tugas amanah kepemimpinan dengan baik. Jika pun ada seseorang lainnya diantara kita yang barangkali memiliki kemampuan lebih dibandingkan Qiyadah kita maka cukuplah kelebihan itu digunakan untuk mendukung kerja-kerja Qiyadah dan bukan malah menjadi pembenaran untuk melakukan persaingan atau bahkan perlawanan terhadap Qiyadah kita.

Ada sebuah contoh dialog antara Umar Bin Khattab dengan Abu Bakar Ash Shidq sepeninggal Rasulullah SAW: “Umar berkata kepada Abu Bakar, ‘Ulurkanlah tanganmu, aku akan membai’atmu.’ Abu Bakar berkata, ‘Akulah yang membai’atmu.’ Umar berkata, ‘Kamu lebih utama dariku.’ Abu Bakar lalu berkata, ‘Kamu lebih kuat dariku.’ Setelah itu Umar ra berkata, ‘Kekuatanku kupersembahkan untukmu karena keutamaanmu.’ Umar pun terbukti benar-benar menjadikan kekuatannya sebagai pendukung Abu Bakar sebagai kholifah”.
Imam syahid Hasan Al Banna mengatakan: ‘Wahai ikhwan, angkatlah menjadi pemimpin orang yang paling lemah di antara kalian. Kemudian dengarlah dan taatilah dia. Dengan (bantuan) kalian, ia akan menjadi orang yang paling kuat di antara kalian’. Perkataan dari Hasan Al Banna menjelaskan bahwa seorang pemimpin itu bisa jadi adalah orang yang paling lemah diantara jama’ah. Namun kepercayaan dan ketaatan dari para jundi terhadap pemimpinnya bisa menjadikan pemimpin tersebut orang yang paling kuat diantaranya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2013 in B Islam World

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: