RSS

Forum Non Fiksi sesi ke-3 #Resensi Buku

08 Nov

  _Forum Lingkar Pena cabang Sleman_

images (1)

Topik               : Resensi Buku

Waktu               : Kamis, 7 November 2013

Tempat             : Balairung UGM sebelah selatan

Pemateri          : Ikhwan Taufik (berhalangan hadir)

                         Fanny Purwati, (Pengganti sekaligus mc), Solli Murtyas.

           Teman-temanku yang baik, apa sih yang terlintas pertama kali di benak kalian saat mendengar kata “resensi” ? dapat dipastikan hampir semuanya membayangkan tentang buku, tulisan atau sebuah ulasan. Benar tidak?  Ya, terlebih dalam pelajaran Bahasa Indonesia saat di bangku SMP dulu, materi tentang resensi pernah kita kupas. Baik, tetapi tidak ada salahnya kan bila kita mengkajinya kembali.

        Secara umum tindakan meresensi buku dapat diartikan sebagai tindakan berupa memberikan penilaian, mengupas, membahas, dan mengkritisi isi buku. Tujuan dari resensi adalah memberi informasi kepada pembaca akan informasi suatu buku, sehingga pembaca dapat mengetahui hal-hal yang baru dan penting serta kekurangan dan kelebihan dari buku yang diresensi. Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, selain membaca bukunya terlebih dahulu, sebaiknya resensator memiliki pengetahuan yang cukup tentang topik atau isi buku yang akan diresensi.

          Adapun bagian-bagian yang ada dalam sebuah resensi buku pada umumunya adalah sebagai berikut:

  1. Judul buku
  2. Penulis
  3. Penerbit
  4. Genre/kategori (Non fiksi/fiksi)
  5. Tebal halaman
  6. Harga buku
  7. Kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut
  8. Sedikit ringkasan naskah dan biasanya terdapat nilai-nilai yang dapat dipetik hikmahnya.

      Bagi orang yang sudah terbiasa menulis resensi tentu bukanlah hal yang sulit untuk mengupasnya, akan tetapi bagi beberapa orang tentu tidak sama. Ada pula yang mengalami kesulitan pada saat menuliskan kritikan pada buku yang sedang dibaca, biasanya hal ini terjadi karena pembaca terlanjur menikmati isi buku tersebut, baik dari segi penggunaan bahasa atau alur cerita yang dibawakan. Nah, untuk mengatasi permasalahan ini ada tips yang harapannya dapat membantu kita untuk memudahkan dalam mengkritisi suatu buku.

       Pertama, kita perlu mencari buku pembanding yang temanya seragam dengan pembahasan buku yang akan kita resensi, yaitu dengan membandingkan isi naskah, baik dari segi pemaparan topik, penyampaian isi, hingga filosofi naskah yang sedang kita baca. Dalam memilih buku pembanding tidak dibatasi pada jumlah buku yang akan digunakan sebagai pembanding, jadi boleh lebih dari 1 buku. Dari situ diharapkan kita mendapatkan kekurangan atau justru kelebihan dari isi buku yang akan kita resensi.

         Sebelumnya, tentu  kita harus menentukan aspek apa saja yang akan digunakan untuk menilai naskah tersebut. Misal, buku yang akan kita resensi berjudul Kitab Cinta dan Patah Hati karangan Sinta Yudisia, kemudian sebagai pembanding, kita ambil buku Serial Cinta karangan Anis Matta dan buku sejenis, karangan Ibn Qayyim Al Jauziyah. Kita dapat menilai bila dibandingkan dengan buku karangan Ust. Anis Matta, beliau lebih menekankan filosofi cinta dari aspek penghambaan kepada Rabbnya, kemudian pada buku karangan Ibnul Qoyyim, beliau membahasakan cinta dengan kalimat – kalimat yang sangat tegas dan lugas, semacam “Cinta harus murni karena Allah, bila tidak maka sia-sialah cinta tersebut”. Selanjutnya kita lihat kembali buku milik penulis pertama, misal kita mendapati penggunaan kalimat-kalimat fiksi untuk membahasakan topik tentang cinta, dilihat dari referensinya, penulis dapat menyerap ide dengan baik tetapi bila disampaikan dengan bahasa yang sama, maka akan menjadi sebuah kekurangan. Nah, dari situ kita mendapat poin untuk mengkritisi buku yang kita resensi, selain itu pembaca juga dapat menilai bahwa kreativitas seorang penulis antar satu dengan yang lain itu berbeda-beda.

           Bagaimana teman-teman? Menarik bukan? Ternyata dalam menulis resensi tidak sesulit yang kita bayangkan. Terlebih menulis resensi buku adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Bagaimana bisa begitu? Ya, karena sebagai seorang yang gemar menulis, publikasi itu menjadi hal yang penting, termasuk publikasi buku dari resensi yang kita buat, dengan menulis resensi minimal dapat meningkatkan produktivitas karya tulis kita, selain itu buku yang sudah kita bacapun menjadi tidak sia-sia, karena hal-hal penting yang ada telah kita rekam dalam sebuah resensi yang kita buat sendiri, sehingga akan lebih mudah untuk diingat, apalagi nilai-nilai positif dari buku tersebut. Satu hal lagi yang terpenting, harapannya setelah membaca resensi buku, orang lain dapat menyerap informasi terkait buku yang sudah kita baca, sehingga melahirkan nilai kebermanfaatan. (AR)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2013 in D in FLP

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: