RSS

Tsabat dalam Ukhuwah

20 Nov

UKHUWAH

Tak ada yang perlu dikhawatirkan,
antara jarak dan kesenjangan pandangan
tak ada yang perlu ditakutkan,
sekalipun kau telah menjadi orang dan kami masih tertatih menaikkan iman
yang perlu dikhawatirkan adalah ketika  hati kita berhenti menyeduh kebaikan
ketika doa tak lagi terucap dalam tautan Sang Rahman,
ketika prasangka lebih ditinggikan daripada seruan Tuhan
Bermula dari perjumpaan,
lalu ukhuwah tersimpulkan, harapan yang kau tuangkan
menjadi harapan kujua..
meski waktu berlari sendiri,
kuharap kita tetap berlari bersama, berjuang bersama
tertatih bersama dan tersenyum bersama..
ukhtyfillah, tiada harapan yang kupinta
selain keikhlasan dan kesabaranmu tuk menggandengku menitih jalan iman
semoga tak berlebih kumemintanya
selalu tersemat dalam makrifat..
semoga tsabat..
(– Astabita Ramadhan-)

Dalam Bingkai persaudaraan ingin kuajak kau kembali berselancar, semoga cuplikan kaliamat -kalimat ini kembali menyegarkan ukhuwah kita..

“Kubaca Firman Persaudaraan”

Ketika kubaca firmanNya, “Sungguh tiap mukmin bersaudara”Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan

Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman
Aku ingat pertemuan pertama kita, ukhty fillah
Dalam dua detik, dua detik saja
Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan,
Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
Dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
Ya, kubaca lagi firmanNya, “Sungguh tiap mukmin itu bersaudara”
Aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping
Kubaca firman persaudaraan Ukhty fillah
Dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;
“Para kekasih pad ahari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain…
Kecuali orang-orang yang bertaqwa” 
– Salim A. Fillah, ‘Dalam Dekapan Ukhuwah’

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 November 2013 in A Macam kisah dan motivasi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: