RSS

Ampun Yaa Allah

18 Jan
rumput

Semesta alam bersujud taat pada-Mu

Segunung dosa jiwa memohon ampun pada-Mu

Sehangat nafas merindu belaian-Mu

Kalbu yang telah lama tenggelam dalam fana ini merasa tak pantas

Bahkan sekadar memohon harap

Rindu..

Kalbu seperti terbang dalam singgasana cinta

Cinta yang berperi pada satu titik kepasrahan

Rindu..

Pernah ku membaca:

Jagalah Allah niscaya Allah kan menjagamu. Jagalah Allah niscaya kau akan menemui-Nya berada di hadapanmu. Bila kau meminta maka mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberimu manfaat, niscaya mereka tidak akan memberi manfaat apa pun kepadamu selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu untuk membahayakanmu, niscaya mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (penulis takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menulis takdir) telah kering.” (HR. At-Tirmizi no. 2516)

Robbi..

Ingin kutilik kembali niatku.. untuk apa aku berada di sana

Kala aku telah mengikhlaskan sedikit kemampuanku untuk mengiprahkan semua di jalan-Mu

Kala aku memilih dan Engkau memberi kesempatan padaku

Sungguh itu anugerah, meski awalnya aku pun hanya mencoba

Dan kini anugerah itu semakin meradang menjadi sebuah candrarasa

Aku tak pernah meminta sebelumnya, bahkan terbesit saja tidak

Dan hamba menunduk malu ya Allah.. malu pada diri sendiri, malu pada kebaikan

malu pada kepasrahan.. malu pada sebuah ketundukan..

malu pada penghambaan yang begitu bersahaja

Engkaukah yang menghadirkan ini semua Ya Allah?

Atau hanya semangatku yang mulai bangkit setelah berbulan-bulan terpenjara dalam tangis

Ah, rasanya tangis ini tak sanggup terbendung kala ingati semua

saat alasan berbuah kesedihan, saat senyum dan tawa jarang kutemui,

kecuali dari mereka yang ikhlas menghadirkan untukku

Ya Allah..

Aku memang tengah impulsif

Aku memang tengah frustasi kala itu, aku memang salah ya Allah

Aku belum mampu tegas, aku belum sanggup sempurna mewarnai

Ampun Yaa Allah

Hamba khilaf, hamba lemah..

Hamba membutuhkan perlindungan-Mu, hamba membutuhkan perhatian-Mu

Ampun Yaa Allah

Semua kuserahkan pada-Mu, karena setiap dari harap adalah anugerahmu,

karena setiap yang kuingin aku tak pernah tahu kebenarannya,

Aku berserah, aku hanya ingin mengabdikan sisa usiaku di jalan-Mu yaa Allah..

Bersama jama’ah ini, menyambut panggilan-Mu..

Bersama jama’ah ini, mencoba menghapus titik-titik hitam di hatiku..

Bersama jama’ah ini, mencoba kuatkan azam dan tekad

Meski mungkin aku tak sempurna sebagai abdi-Mu, mohon beri hamba kesempatan

agar lebih layak menjadi hamba-Mu

Pantaskan hamba Yaa Allah..

Aamiin

Dalam Dekapan Kasih Sayang Allah

Atsabita

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2014 in A Macam kisah dan motivasi

 

Tag: , ,

One response to “Ampun Yaa Allah

  1. prima88putri

    1 Maret 2014 at 3:21 am

    Reblogged this on primaputrie.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: