RSS

Cinta Seorang Adik

27 Jan

130846

Gelap gelita di sini
Sama gelitanya hati
Hidup hari ke sehari
Esok yang indah umpama mimpi

Bebunga yang baru berputik
Berguguran di setiap detik
Di mana tanda setia saudara
Di himpit derita tiada siapa
Sedia membela

Biar terbatas langkah
Tiada yang menyebelahi
Demi satu amanah
Semangat membara berapi
……

(Hanya Takdir- Inteam)

[aiiih sok bernasyidd nih atsa -_-‘]

Di antara sekian banyak kodrat Allah bagi hamba-Nya. Di antara sekian banyak Rahmat Allah yang tak sanggup terhitung, ada satu kodrat di mana setiap dari kita tak pernah bisa menebaknya, jangankan menebak, membayangkan pun terkadang tak sampai. Dia adalah takdir. Kita hanya dapat mengambil pelajaran dari takdir para khalifah terdahulu. Di mana perjuangan telah tepampang jelas dan bisa kita petik hikmah dari setiap mujahadahnya, para pejuang  adalah mereka yang mentadbir bumi dan ikhlas dengan segala takdir yang telah tertulis. [Eh barusan ane nulis apa? hehe 0,O. Alhamdulillah Yaa Allah Takdir-Mu begitu Indah ❤ ]

Salah satu takdir yang telah Allah hadirkan padaku adalah menjadi seorang adik.
Aku mensyukurinya.. alhamdulillah semoga bisa menjadi adik di mana ghiroh pada saudaranya begitu besar, meski mungkin tak sebesar ghiroh salah seorang tokoh idolaku – ustad Rahmat Abdullah. Entah, tetapi ada bashiroh– pandangan batin yang membuatku ingin selalu peduli padanya. Tak peduli berapa kali ku memutar film Sang Murabbi dan mengulang bagian pengutaraan ustad Rahmat pada adiknya tercinta dalam sebuah balutan surat. [*mata berkaca-kaca*]

….
Nawawy adikku, satu hal yang harus kau pahami kita hidup tak sendirian di dunia ini, ada tata aturan yang mengikat yang bila dilanggar maka akan terasa sekarang juga, baik berupa kerugian kehormatan, kesehatan, apalagi yang bernilai. Marilah kita menarik pelajaran dari masa lalu, menarik manfaat, mensyukuri kenyataan baiknya, dan menghindari kenyataan ruginya agar tak terulang lagi. Saya yakin, betapapun jauhnya kita selama ini namun engkau tentu tidak menutup diri untuk satu dua patah kata dariku sebagai tanda bahwa saya masih punya hati untuk memahami dan menghayati perasaan orang lain. Maafkan daku atas segala kealpaan, terimalah kebenaran dari manapun datangnya.
Terima kasih. Salamku. Rahmat Abdullah. 
[yang ini beneran spechless]

Sepenggal cinta seorang kakak untuk adiknya. Bedanya beliau adalah seorang kakak, sedang aku hanyalah seorang adik yang tak kuasa berbuat banyak – dan saya bukanlah siapa-siapa.. Meski begitu, kiranya aku boleh mencontoh ekspresi cinta Sang ustad. [Ekspresi cinta? hoo berat]

Sejak lampau, aku memikirkanmu saudariku.. [Eh kita saling memikirkan nggak ya ? :v]
Biar terbatas langkah ku mampu memasuki duniamu, biar terbatas waktu ku mampu menemanimu, biar terbatas pemikiran ku mampu menyamakan cara pandangmu. Ya, maafkan tiap batas, kealpaan dan kekhilafan adikmu ini, kak. Biar begitu, ada satu hal yang kuyakin tiada batas di dalamnya: “Keinginan merasakan Cinta”. Cinta Abadi karena Allah, itu yang kutahu terjemahan cinta kak.. Entah bagimu, tapi ku yakin kau akan bahagia bila mau menempuhnya bersama dalam kasih sayang Allah 🙂 Tetap semangat mengejar Cinta-Nya ya kak.. Cinta yang kala kita mengekspresikannya maka cahayanya akan semakin berpendar, cinta yang kala kita mengejar Cinta-Nya maka Rahmat-Nya akan terus mengalir untuk kita. Segera pulaang ya Mbak Intan, jalan-jalan ke Singapore dan Malaysianya dilanjut besok aja ^^ Kangeen eh :p  [wuzzz cinta cinta cinta lalala]

Seperti Pesan Idola dunia yang kurindu pertemuannya kelak di tempat Abadi : “Tidak sempurna iman seseorang itu selagi dia tidak mengasihi saudaranya sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Begitulah rasa kasihku padamu, hanya karena ALLAH SWT. [ Aamiin Yaa Robb]

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2014 in E Keluarga dan Parenting

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: