RSS

“Udah Putusin Aja! atau Udah Halalin Aja!” ??

10 Feb

IMG_0012

Genre: Non fiksi- remaja, pemuda(i) Islam

Sebagai pembantu umum di fatamorgana jalan cinta para pejuang, mungkin bisa dibilang kalau problema klasik para remaja dan pemuda adalah perihal how to jaga hati, jaga diri, jaga imajinasi agar izzah selalu terlindungi. Izzah? Siapa nih? Kakak kelasku namanya juga Izzah. Ups, Izzah mean kemuliaan, it close to kemuliaan diri, kehormatan seseorang begitu. Terus ada apa dengan si Izzah tersebut? Ibunya nyariin, ibu bilang suruh pulang bantu-bantu masak. :v *hadeeh, bukan-bukan* Izzah dijaga biar kita selamat  and  masa depan terawat. arrrghh, apa coba maksudnya?

Pernahkah di antara kalian muncul getaran asing dalam hati yang membuat kalian sulit tidur, tapi memunculkan bunga-bunga dalam jiwa? Hadir satu nama yang membuatmu mudah rindu kala berjauhan, tapi kalau bertemu malu, bahkan salah tingkah tak menentu. Saat tak berjumpa mudah terbayang, saat bertemu perasaan menjadi berwarna biru. Orang yang tadinya pesimis jadi romantis, yang tadinya manja jadi dewasa, yang tadinya oportunis berubah menjadi pujangga yang super puitis.

Apakah teman-teman tengah Jatuh Cinta??
Don’t worry! Don’t panic! I think, actually, it’s not some kind of a virus, therefore no need the hypodermic injections.

IMG

IMG_0002

(wuzz,, woles ustad, woles.. syabar ^^V)

Cinta itu karunia, cinta itu fitrah, rasa kasih sayang yang dimunculkan Allah pada hati makhluknya. Allah yang kasih karunia masa’ musibah? Nggak mungkin juga kan? Kalau pernah jatuh cinta itu tanda kamu masih normal, namun yang pasti rasa cinta yang punya energi luar biasa itu bisa menjadi modal awal keta’atan atau sebaliknya: kemaksiatan bahkan keterpurukan. Nah loh.. Terus gimana?

Makanya jangan jatuh cinta! tapi bangun cinta 😀
Kenapa nggak sekalian bangun istana aja :v *Ups.

Ok, ini saya ngalor ngidul sebenernya mau bahas tentang pentingnya mengelola rasa cinta agar generasi muda tetap terjaga. “Udah Putusin Aja” buku ini kece punya, tapi kenapa judulnya “Udah Putusin Aja!” bukan “Udah halalin Aja!” ? Yup, soalnya fokus utama si penulis ditujukan buat para remaja atau pemuda galau yang belum siap membawa cinta mereka ke jalan yang halal atau biasa disebut: pacaran. But, beside this, pada bab-bab akhir buku ini rupanya juga mengupas tentang bagaimana kalian bisa mengambil jalan yang halal, ya tentu hanya buat kalian yang sudah dewasa -sikap- dan berani bertanggung jawab untuk membawanya menjadi panggilan keta’atan.

*Begitu adik-adik. Ada pertanyaan?* 😀 -Belum dibahas kok udah nawarin buat ditanya?-  :v

Baik, biar sedikit terbahas yuk simak beberapa scene di bawah ini:

#First Scene

Konon, di sebuah SMA di kota Yogyakarta ada seorang siswi kelas X yang cukup lugu nan polos. Ia aktif di beberapa kegiatan seperti bela diri, ROHIS dan pecinta alam, anak baru gede ini senang mencoba hal-hal baru. Suatu ketika siswi tersebut dipede katein sama temen seangkatan dan senior di komunitasnya, karena lugu dia tetap bersikap santai dan berteman seperti biasa. Namun sebulan kemudian muncullah tanda-tanda tak wajar dari teman siswi itu, siswa putera tadi mengutarakan rasa cintanya pada si siswi, berbagai upaya telah dilakukan oleh remaja putera tadi, mulai dari yang selalu berpenampilan manis, ikutin kegiatan ROHIS, pecinta alam, bahkan nawarin tebengan tiap pulang sekolah. Sayang, meski lugu untuk masalah cinta si siswi nggak mau nerima gitu aja, jadi putera harus terus berjuang untuk mengejarnya. Setelah 3 bulan berlari  mengejar target, akhirnya siswi tadi pun bersedia mempertimbangkan. Terus seniornya di kemanain? :v yaa seniornya cuma dijadiin kakak kelas, soalnya takut dilabrak dan dapet kiriman misterius lagi dari teman putrinya si senior. Yaahh polos amat sih.. ?! – loh kok malah polos -_-

Suatu ketika di siang bolong, remaja putera tadi – duh kok nyebutnya ribet banget sih- sebut aja cowok begitu ya, nah si cowok tadi mulai berani menunjukkan  rayuan gombalnya. Dia kerap mengirimkan rangkaian kata-kata sok manis yang berujung pada ucap permintaan: “mau nggak jadi pacarku?” aaiih.. berani amit, seragam masih putih abu-abu ngajakin pacaran anak orang :v, udah berani tanggung jawab po? Bukan. bukan itu, masalahnya tu cowok ngajakin pacarannya pacaran islami (Ada ya pacaran Islami? #gleek!) bilangnya dia mau jadi anak sholeh yang rajin sholat dan mengaji, setia dan nggak akan pernah pergi, dunia baginya hampa tanpa yang dicinta, mana pakai senapan hati biar dikasihani sama si siswi. Yaah, lagi-lagi nyentuh wanita pakai perasaan. Sudah deh, ujung-ujungnya tetap diterima. Hmm, Itu baru mau ngajakin jadi pacar, gimana ntar kalau beneran jadi misua..? eh suami maksudnya, mungkin nggak hanya nyerang perasaan lagi, tapi bisa jadi pakai ancaman yang nggak masuk akal, semacam ilustrasi bukunya Ust. Felix ini kali ya:

IMG_0008

(mungin memang agak lebay, tapi ada benarnya juga)

Alhamdulillaah, untungnya siswi tadi anak baik-baik, jadi walaupun menerima permintaan si cowok (#anak baik-baik kok mau nerima jadi pacar?#), maksudnya dia tetap nggak mau diajak berdua-duaan mojok, layaknya para remaja yang tengah kasmaran, nggak mau juga sering diajak jalan atau bahkan sekedar salaman, sampai akhirnya teman sekelasnya ngatain si siswi: “Kamu kok gitu sih sama cowokmu, itu namanya nyakitin cowok!” #aaaiih nyakitin? emang dia nyebarin virus mematikan?*gleeek. Tapi benar juga sih, kalau memang mau menerima jadi pacar, mengapa nggak mau ada perhatian buat cowoknya, bahkan sekedar gandengan or salaman? why? usut punya usut rupanya siswi tadi telah kecemplung di dunia mentoring, di mana dalam kelompok mentoring itu ada satu kakak pembimbing yang selalu ngingetin dan ngarahin dia, belum lagi orangtua si do’i melihat ada sikap aneh yang kadang muncul pada anaknya, biasa.. ABG galau..so, akhirnya orangtua siswi tadi kepo dan ketawan deh kalau anaknya pacaran, lalu apa yang terjadi? yap, nasihat-nasihat bijak mulai mendarat. Kalau nasihatnya Pak Ustad Felix seperti ini tepatnya:

unyu

Pada puncaknya, suatu ketika siswi tersebut berkesempatan menjadi panitia acara baksos dan renungan malam di sebuah dusun dataran tinggi nan asri, kala itu seorang pembicara menyampaikan renungan tentang dahsyatnya kehidupan akhirat, di situlah hidayah Allah menyinari hatinya. Saat itu ia merasa sangat berdosa, apalagi setiap membaca pesan-pesan kakak mentoring dan buku yang dipinjamkannya. Btw buku apa? #penulis penasaran* Yaa, semacam bukunya Ustad Felix itu. Alhamdulillaah, kalau hidayah emang nggak kan kemana, singkat cerita, finally siswi tersebut dengan berani memutuskan tu cowok dengan mengirimkan sms sepanjang tujuh karakter plus dibersamai sebuah cuplikan pesan Tuhan yang tersirat, Hadeeeh, mutusin pakai pesan kata-kata Tuhan ya 😀 remaja kece* ups. B-)

Lantas coba tebak, bagaimana ekspresi cowoknya? 🙂  hmm, yes! It’s not important, yang pasti siswi tadi memutuskan karena ingin agar teman lelakinya juga selamat dunia akhirat. So, “Udah Putusin Aja!” karena memang belum pada siap nikah, siswa SMA awal gitu !

# 2nd Scene

Kasus dari korban si virus merah jambu kali ini terjadi pada pemuda pemudi yang berusia sekitar 23-an, mereka adalah sepasang insan yang tinggal di kota pendidikan dengan ciri khas kebudayaannya. Sebut saja namanya Rama dan Rina. Muda-mudi ini bisa dibilang anak muda gaul zaman sekarang yang nggak mau ketinggalan zaman dan selalu update info-info selebrtis pekanan. Mereka lahir dari keluarga yang baik, namun sempat terpengaruh dengan lingkungannya yang akrab dengan dunia geng, game online dan sering kopdar bareng pemuda(i) cina berkelas begitu. Pada dasarnya Rama adalah lelaki yang cukup bertanggung jawab, #tanggung jawab kok beraninya pacaran? hmm, maksusnya si do’i  giat bekerja dan penghasilannya lumayan lah (lumayan apa? Lumayan dikit apa banyak?) ya lumayan cukup kalau buat biayayain hidup, #daripada dihabis-habiskan untuk hang out atau pergi jalan-jalan berdua, pacaran berdua, menikmati pacaran berdua, mending juga buat modal nikah, lalu hidup bersama, ya nggak? (#penulis membela diri, haha), tapi sayang mereka belum cukup berani ambil komitmen untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan rupanya, berbagai pihak telah menyarankannya, namun namanya belum ada passion ke nikah yaa bakal susah.. Beberapa dari mereka yang mengaku menjadi aktivis pacaran, memang ada aja alasannya, ya macam mirip ilustrasi di bawah ini..

IMG_0009

IMG_0007

Nah di sini nih, pinternya virus merah jambu, virus kok pinter sih? Iya, soalnya dia membuat dunia seakan menjadi teramat indah di mata manusia, nah lho kalau kita mudah terpesona sama gemerlap nafsu dunia boleh jadi kita kalah sama virusnya dong. So, pacaran menjadi indah dan dianggap hal yang biasa. But, at all, kita pasti cukup yakin bahwasanya sebuah kebaikan dan kebenaran pada perubahan seseorang adalah proses, dan sebenarnya itu semua merupakan pilihan atau hidayah dari Allah yang perlu kita jemput, termasuk pilihan buat menikah tanpa pacaran, atau sekedar pacaran-putus–pacaran-putus dan entah mau menikah kapan.

Dalam menghadapi orang-orang semacam Rama dan Rina tadi, tentu jangan banyak memberi nasihat dengan dalil-dalil Tuhan secara langsung, bisa kontal ntar :D, memang dibutuhkan ide kreatif dengan sedikit sinar lampu inspirasi plus niat lurus agar apapun hasil dari ikhtiar kita nanti tidak mengecewakan hati.

Mungkin salah satunya dengan menyuguhkan suatu hal yang disukai atau disegani oleh mereka dan harapannya ada nilai positif yang dapat mereka ambil. Namanya juga ikhtiar manusia, ya nggak?

Suatu ketika ada orang peduli menghampiri Rina dan menawaran buku “Udah Putusin Aja (UPA)!” Begini obrolan mereka:

X: “Ih, ni buku kece deh.. seru punya”. (si-X membaca cerita komik Ustad Felix di buku UPA sambil ketawa-ketiwi)

R: “Buku apa?” #penasaran -> liat judul “Itu beneran kamu beli buat kamu sendiri?”

X: “Udah Putusin Aja.. ini mbak baca deh bukunya unyu.”

R: “Udah putusin Aja.. Udah Putusin Aja.. apaan sih” #sambil liat mulai tertarik lalu buka-buka isinya*

X: yee baca dulu..

Rina terlihat mulai nggak PD, ragu mau membalas bagaimana, akhirnya ia keluar dari kamar sambil menutup pintu.

R: “ok ok! aku akan putusin dia dari pacar buat aku jadiin suami.”

X: “Nah gitu dong.. kutunggu aksimu !” #senyum# merasa dapat secerca harapan, meski nggak tau kapan akhirnya Rina bersedia memutuskan menikah.
Normalnya memang nggak akan secepat itu si Rina akan ambil keputusan buat langsung mengubah  si mas pacar menjadi suaminya. #yah… kita doakan bersama-sama saja ya..

Dua scene di atas memang sangat berbeda dari hal setting dan tokoh yang diceritakan, tetapi sebenarnya intinya sama yaitu bagaimana menggiring orang yang tengah jatuh cinta agar dapat mengarahkan mereka ke jalan yang lebih diridhai Allah. Terlebih kalau ekspresi cinta mereka sudah benar-benar di luar batas (read: mendekati zina tingkat dewa). Saya pikir buku-buku semacam ini memang nggak ada salahnya buat dibaca, tentu nggak cuma buat anak-anak SMA yang masih bingung menempatkan rasa merah jambunya itu, tapi juga buat mereka yang memang sudah sebaiknya menyegerakan menyambut keta’atan. Lha kalau belum siap?? *ya segera siapkan!*

Buku Udah putusin Aja! mengajak kita agar cerdas dalam menyikapi karunia Allah yang bernama Cinta tadi. Agar nggak makin kaku kalau ketemu, agar hidup tetap berjaya saat nggak bersama, agar hatimu tetap lurus niatnya, dan agar kita semua bisa bareng-bareng menjadi insan yang lebih bertaqwa.
Sahabatku, tiada yang salah dengan rasa cinta, yang bisa menjadi masalah hanyalah bagaimana mengekspresikan cinta tersebut. Lebih dalamnya, “kalau menikah hanya karena sebuah rasa cinta, lantas di manakah kau letakkan takwa di hadapan-Nya? 🙂 Kalau cinta hanya mengharap pada manusia yang dicinta, tanpa tendensi yang jelas, percaya deh kau hanya akan menjadi orang yang mudah kecewa, terpedaya, mudah cemburu dan nggak maju-maju.

Cinta adalah warna yang indah, jagalah warna itu agar tak pudar, jagalah rasa cintamu agar semakin dekat dengan Pemiliknya, yaitu Allah. Percaya saja, kalau Allah nggak pernah mengecewakan hamba-Nya yang mau bersabar dan menahan diri dari yang belum seharusnya ia nikmati. Bukankah cinta itu masalah keyakinan? dan keyakinan adalah seberapa kuat kepercayaan kita pada Allah. Kalau jodoh ya nggak bakal ke mana. Kalau nggak jodoh biar dibantu 100 manusia dan 1000 jin juga nggak akan berjumpa (#nggak-nggak yang ini bercanda, dilarang keras minta bantuan sama jin, entar musyrik kata Pak Ustad :D, kalau jinni gimana mbak? hadeh-_-‘).

Cinta remaja itu seperti matahari dan bumi, matahari memang mencintai bumi, tetapi dia sadar dengan mendekati bumi terlalu dekat bukan membuatnya semakin hangat, namun bisa membakar penghuni bumi. Dalam hidup mencari cinta sejati, jika kamu terus mengejar satu nama, bisa jadi dia justru akan menghindarimu, tp jika kamu memilih menjadi orang yg pantas dicinta, dia akan mengelilingimu. Persiapkan saja dirimu sebaik mungkin, dan daripada menunggu disuruh mempersiapkan, lebih baik kamu menciptakan persiapan.

Sahabatku, sebutan pecinta sejati hanyalah bagi mereka yang berani komitmen untuk memberikan cintanya bagi yang halal semata. Berharaplah pada Allah agar Ia memberikan cinta yang Ia titipkan pada kita, yang Ia ridhai untukmu, agar cinta-Nya senantiasa menyelimuti perjalanan hidup kita semua. #Tetiba pembahasan menjadi serius#

Ok, anyway..Coba deh baca buku “UPA!” tadi, beneran deh nggak akan nyesel, saya aja waktu baca berasa makan permen lolipop rasa nano-nano. Manis, asam, asin, ramai rasanya. Buku “Udah Putusin Aja!” sebenernya juga cocok buat mereka yang sudah atau tengah menyiapkan pernikahan #eaaaa.. coba lihat gambar ini biar kita semua nggak pada salah pilih pasangan. Jadi. pasangan/ pemimpin keluarga yang baik itu yang baik agamanya, dan …

IMG_0005

Keep JaIm (Jaga Iman) guys! Maan Najah! (Semoga Sukses) 🙂

“Jangan ragu dengan skenario Allah, karena tidak ada yang lebih menginginkan kita bahagia dan selamat selain DIA yang Maha baik”. (Mbak dhz: 2014)

nb: gambar-gambar diambil dari buku “Udah Putusin Aja!” karya Ustad Felix Y. Siauw

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2014 in B Islam World

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: