RSS

Bagiku Kau Bintang

03 Mei

Dengan cinta,
untuk keempat adik yang menginspirasi: Nova, Ririn, Anggun, Novi
Nantilah surprise dari Allah dalam kesabaran dan kerinduan memaknai Firman-Nya,
semoga hasilnya membahagiakan 🙂

Hari ini menjadi hari yang menyenangkan, meski sudah beberapa hari ini aku banyak istirahat di rumah karena sakit. Keluar kalau ke kampus atau agenda penting aja. Sebenarnya bosen juga, untung pagi ini badan udah lumayan bersahabat, dan aku memilih untuk menyapa hari-hariku lagi. Dimulai dengan jalan pagi muterin sekitar komplek karangmalang dan kampus UGM buat nyapa mentari pagi, sekalian nyari keringat biar makin sehat. Siangnya ada janji nemenin adik-adik SMA buat belajar dan diskusi bareng, ah yang ini tentu sayang kalau ditinggal. Kebetulan aku cukup perhatian dengan dunia remaja dan anak-anak. Apalagi mereka pelajar kelas tiga pasti butuh refreshing setelah UN beberapa hari yang lalu.

Sebelum ke TKP aku inget ada pesan dari temen satu club di FLP yang ngajakin makan gratis di warung makannya, kebetulan dia lagi milad dan ngasih gratisan mie ayam buat beberapa hari ini, yaudah sekalian nunggu jam aku main aja ke sana, jadi ni warung makan emang rada unik, selain menu mie ayamnya yang pedes dan bermacam-macam pilihan, pembeli yang dateng pun disajikan beberapa buku menarik untuk dibaca. Berasa warung makan rasa perpustakaan kali. Temenku ini emang cukup kreatif, dia mahasiswa angkatan 2011 tapi nyambi bisnis dan udah bisa ngasih penghasilan buat karyawannya.

Setelah perut terisi, motorku segera meluncur ke TKP,  suatu tempat nyaman di tengah keramaian kota Jogja. Melihat ruangan masih tampak sepi, sembari nunggu aku baca aja mushafku, sesekali buka gadget dan ternyata ada beberapa pesan masuk yang intinya memberitahukan kalau mereka sedang otw. Nggak berapa lama satu adik pun dateng, Ririn namanya. Dia baru dateng langsung curhat masalah UN kimia dan keinginannya buat ngejar beasiswa agar nggak ngerepotin ortunya. Wah, gadis yang berhati mulia 😀 aku mencoba mendengarkan, kita bahas satu per satu. Tak lama Novi dan Nova dateng. Sudah tiga anak nih, emm. sayang beberapa izin. Ya sudah, akhirnya diskusi tentang perkembangan ROHIS pun dimulai, dilanjutkan membahas sedikit tentang pilihan jurusan mereka ke depan. Di tengah diskusi yang menarik, tetiba ada satu adik kelas lagi yang datang, Anggun namanya. Kasihan, gadis manis itu kehujanan. Yah, hujan-hujan gini pasti mereka laper. Aku pun segera mempersilakan mereka untuk makan snack yang sempat kubeli tadi di jalan. Tentu diskusi makin asik dong kalau ada logistiknya.

“Oya Dek, buku SBM yang kamu cari udah ketemu belum” tanyaku ke Anggun.

“Belum e Mbak, ini ntar habis Ashar baru mau liat-liat ke gramedia” kata gadis berjilbab coklat itu.

“Oh yaudah, ntar mbak temenin.. sekalian pengen liat-liat buku.”

Mendengar jawaban itu, ternyata adik-adik yang lain pada pengen ikutan. Wah pasti bakal seru, lagian udah jarang aku jalan bareng adik kelas. Kebetulan kami memang sama-sama suka baca buku, selain itu mereka cukup update info-info berita dan film. Jadi diskusi selalu hidup. Di luar urusan akademik, Ririn dan Anggun lumayan suka nulis, sedang Novi dan Nova suka desain grafis, wah bakat terpendam nih pikirku. Semoga dari hobby bisa jadi rezeki. Satu setengah jam berlalu, aku melihat mereka udah cukup capek, wah.. sayang, padahal habis ini masih ada agenda ke toko buku, nggak seru juga kalau pada loyo. Iseng aja aku tawarin mereka makan gratis mie ayam barbar. Nggak nyangka pada semangat banget.

“Yaa namanya juga pelajar mbak, kita suka lah yang gratis-gratisan gitu..” ujar Anggun sambil nyengir.

Sebelum ke warung makan, kita mampir sebentar ke rumah Nova untuk ambil helm dan pinjam pakaian buat Anggun yang tadi basah kuyup kehujanan. Setelah urusan beres, kita pun segera otw ke tempat mie ayam barbar. Sayang, Novi nggak bisa ikutan karena ada jadwal les, jadi cuma aku bersama 3 sahabat kecilku itu. Hihi.. “sahabat kecil” mirip apa aja ya.. hehe, mereka memang lebih muda, tapi aku berusaha menjadi sahabat buat mereka, agar mereka nyaman dan bisa lebih leluasa saat bertukar cerita. Ada hikmah, saat di warung makan, kami melihat 2 pemandangan yang sangat berbeda, pelakonnya sama-sama anak-anak muda. Pertama, ada 2 orang lelaki sedang eyel-eyelan (perang mulut) di sekitar warung. Kedua, beberapa lelaki tengah cekatan dengan tugasnya masing-masing untuk melayani pembeli, ada juga yang masih di masjid untuk beribadah. Pemandangan itu dilakoni oleh pemuda yang nampaknya usianya tak jauh berbeda, namun, meski di lingkungan yang sama kita tentu bisa mengambil hikmah dari 2 pemandangan tersebut, mana yang kiranya lebih bernilai.

???????????????????????????????

Alhamdulillah, seneng rasanya ngeliat adik-adik pada kenyang dan ceria, setelah makan kita segera ke gramedia. Anggun dan Ririn jalan bareng terus udah lengket gitu kayak perangko, Nova milih ndampingin kakak kelasnya rupanya. Sampai gramedia, ijo deh ni mata, rasanya semua pengen dibeli, haha. namanya juga pecinta buku, padahal entah kalau udah dibeli bakal langsung dikatamin atau disimpen dulu beberapa saat, terpajang manis di rak. Hihi #plaak. gue banget.

Kita berpencar, adik-adik pada nyari buku-buku latihan soal, aku datengin buku yang bertema lain. Mataku tertarik sama bukunya mbak Asma dan Pak Anies Baswedan, tapi kalau beli semua kayaknya terlalu boros, inget beberapa pekan yang lalu baru beli buku yang lain juga. Finally, aku ambil bukunya mbak Asma, judulnya: The Jilbab Traveler. Pas berjalan ke kasir, si Nova keburu ngajakin ke togams. Ya udah sih, sama-sama toko buku pikirku. Nggak lama, kita segera turun dan jalan bentar ke togamas.

Nggak jauh beda seperti di toko sebelumnya, kita sama-sama berpencar sibuk dengan pilihannya masing-masing. Ngeliat ada bukunya Mbak Asma dengan harga yang agak miring, segera deh aku ambil satu. Setelah buku dalam genggaman, Nova menarik tanganku membawa ke stand di mana Ririn dan Anggun melihat-lihat buku pilihannya. Wah.. romantis euy.. Pas banget momentnya. Ini kali pertama, aku jarang bareng mereka ke togamas. Mana sore gini, langit agak-agak mendung, dingin pula. Dan aku sih cuma berbatin, seneng deh bisa jalan bareng adik-adik. Tetiba soundtrack musiknya pas muter lagu Sheila on 7 titlenya: Temani Aku.

C360_2014-05-03-16-38-34-577

Layaknya gelap malam
Yang indah karna bintang

Layaknya sang penyair
Yang elok karna puisi

Temani aku selamanya..

Bagiku kau bintang
Selayaknya puisi
Tetaplah di sini peri kecilku..


Mendengar sepenggal lirik “Temani Aku” karya Sheila On 7 itu seperti membawaku kembali pada masa SMP dulu, beberapa lagu group Band asal Jogja ini memang banyak disenangi kalangan remaja saat itu. Apalagi kali ini mendengarnya bareng orang-orang yang aku sayang, hmm.. samar-samar terdengar mereka ikut melantunkan lagu itu. “Bagiku kau bintang..layaknya puisi.. tetaplah di sini peri kecilku..”. Tanpa sadar, aku pun ikut melantunkan pelan, bahagia bener dah.. kayak masalah dan rasa sakit tiba-tiba ilang plong. Bersyukur bisa menemani mereka di akhir-akhir masa SMA-nya ini. Setelah cukup mencari buku, kami berempat segera pulang, saat berjalan menuju parkiran salah satu dari mereka bilang, “Mbak pekan depan kita kumpul lagi yuk, tapi di perpustakaan kota gimana?”

“Alhamdulillaah” batinku, baru jalan sebentar udah ngerencanain bikin jadwal lagi.

“Ya udah dek, ayok aja.. besok habis mabit ya” jawabku sambil tersenyum. Sore ini kututup hari dengan salam hangat bersama ketiga sahabat kecilku. Wajah mereka yang ceria membuatku ikut bahagia. Sederhana nampaknya, hanya diskusi, bercanda, makan bareng dan ke toko buku bersama. Nggak menghabiskan banyak waktu dan biaya transport, tapi sudah meninggalkan episode manis dalam memori kita.

Tetap cemerlang Dik, seperti bintang dan bait puisi yang mengiringimu dalam doa malam ini.

asik

 Selamat menanti pengumuman hasil SNMPTN 🙂

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Mei 2014 in A Macam kisah dan motivasi

 

Tag:

2 responses to “Bagiku Kau Bintang

  1. affajri

    4 Mei 2014 at 10:23 am

    menjadi kakak yang terbaik bagi adiknya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: