RSS

Yuk, Konsumsi Ikan!

24 Mei

manfaat-konsumsi-ikan

Sahabat adakah di antara kalian yang tidak senang mengkonsumsi daging ikan atau merasa mual saat melihat hidangannya? Jika ada, saya sarankan agar segera mengubah image tersebut. Terinspirasi dari Bunda Rita dan timnya yang baru saja mempresentasikan hasil olahan ikan di acara rakornas Salimah (Persaudaraan Muslimah), membuat saya ingin berbagi akan kandungan olahan ikan yang begitu besar. Ikan adalah jenis makanan hewani yang kaya akan kandungan zat gizi, khususnya protein. Selain itu makanan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, seperti kandungan Omega 3 yang bermanfaat dalam proses perkembangan otak pada janin, perkembangan fungsi syaraf dan penglihatan bayi. Kemudian yang paling mengejutkan, rupanya 40% asam lemak di dalam otak berupa asam lemak omega 3. Ini mengapa sering kita dapati banyak dokter anak yang menyarankan agar para batita diberi asupan olahan ikan.

Tidak hanya itu saja lho.. serat protein yang ada pada ikan juga kaya akan asam amino yang dapat merangsang pertumbuhan sel otak pada balita. Terlebih kandungan berbagai vitaminnya juga sangat kita butuhkan, contoh saja vitamin A dalam minyak hati ikan yang berguna untuk mencegah kebutaan pada anak, vitamin D untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang. Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah penyakit anemia dan kerusakan syaraf, serta vitamin B12 yang dapat membentuk sel darah merah untuk membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.

Buat sahabat yang sering kekurangan zat besi, banyak-banyaklah mengkonsumsi ikan, karena kandungan zat besi pada ikan sangat mudah diserap oleh tubuh, ada juga yodium yang dapat mencegah penyakit gondok, dan selenium yang membantu memperlancar metabolisme tubuh kita. Nah, setelah kalian tahu sederetan manfaat dari kandungan gizi ikan, tentu image awal tadi akan berubah bukan?

Seperti teman saya contohnya, ia sangat tidak senang dengan ikan lele. Ya wajar saja sih, sebagian orang memang menganggap bahwa ikan berkumis ini menjijikan. Mungkin karena habitatnya di air yang becek dan berlumpur atau karena bentuknya yang panjang dan licin. Namun, tahukah kalian bahwa kandungan gizi yang ada pada tubuh ikan lele pun cukup banyak. Per-100 gram ikan lele rupanya memiliki kandungan 84 kalori, 14,8 gram protein, 2,3 gram lemak, 58 mg kolesterol serta 0,3 mg zat besi. Ikan lele juga mengandung selenium yang berguna untuk mencegah kanker, serangan jantung dan katarak, vitamin B12nya diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Potassium untuk mencegah pembentukan batu ginjal dan melancarkan aliran oxygen ke otak.

Wah, ternyata ikan lele saja banyak sekali kandungan gizinya ya! Selain ikan lele, ada lagi nih jenis ikan yang sangat familiar di kalangan para pecinta ikan laut khususnya. Ikan salmon namanya, jenis ikan laut ini sangat kaya akan omega 3, komponen-komponen omega 3 yang terkandung di dalamnya antara lain DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). DHA berfungsi dalam mengantarkan rangsangan saraf menuju ke otak, sedang EPA berfungsi pada pembentukan sel-sel darah dan jantung serta melancarkan sistem sirkulasi darah.

Dari hasil sebuah penelitian, disebutkan bahwa konsumsi ikan salmon dapat memperkecil risiko bayi terlahir autis serta dapat menurunkan risiko bayi terlahir prematur, bayi lahir dengan kecerdasan yang kurang, seperti sulit konsentrasi, dan juga hiperaktif. Itu mengapa bagi ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi ikan salmon paling tidak dua kali dalam satu minggu, tepatnya saat usia kehamilannya di trimester pertama hingga trimester kedua.

Sayangnya yang jadi permasalahan, seringkali kita salah dalam memilih dan mengolah ikan salmon, sehingga nutrisinya yang didapat pun tidak maksimal. Lalu bagaimana cara memilih dan mengolah ikan salmon dengan tepat?

1. Pilihlah ikan salmon dengan mata yang cerah dan sisik-sisiknya masih berkilau, karena tampilan tersebut menunjukkan bahwa ikan salmon masih segar. Kita juga bisa menghirup baunya yang masih beraroma laut dan tidak terlalu amis.

2. Masaklah ikan salmon dengan api sedang supaya nutrisi tetap terjaga. Pengolahan dengan direbus ataupun digoreng sebaiknya tetap menggunakan api sedang karena salmon cepat sekali matang dan berubah warna. Bila digoreng sebaiknya menggunakan minyak yang tidak terlalu banyak dan segera diangkat bila warnanya sudah berubah menjadi merah muda di tengahnya. Apabila dipanggang, gunakan suhu yang tidak terlalu tinggi, atur saja agar tetap dalam suhu sedang.

Itu tadi beberapa sampel jenis ikan yang cukup familiar di masyarakat, tentu jenis ikan lainnya tetap memiliki kandungan gizi yang tak kalah penting, seperti ikan nila, belut, dan berbagai jenis ikan laut yang tidak diragukan lagi kandungan gizinya. Nah teman-teman, yuk banyak mengkonsumsi ikan! karena selain bergizi, rasanyapun lezat dan dapat diolah menjadi beraneka ragam jenis masakan untuk kita konsumsi.

Oh ya.. berikut tampilan produk olahan ikan berupa abon dan stick cumi by bunda Rita and the team. Alhamdulillah produk olahan ikan yang dipresentasikan dalam perlombaan pengolahan bahan ikan tingkat Nasional ini mendapat peringkat pertama karena tampilan dan rasanya. Mabruk yaa Salimah DIY 🙂

10373832_4267844112015_3067522557560575530_n

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2014 in food recipes

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: