RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2017

Persiapkan Persalinan Yuk!

menanti-buah-hati.jpg

Apapun profesinya, setelah menikah setiap wanita tentu ingin merasakan perannya sebagai ibu. Melahirkan menjadi fase wajib yang harus dilaluinya, pengalaman ini tentu meninggalkan cerita yang beragam. Bagiku persalinan meninggalkan kesan bahwa kuasaNya teramat besar, rasa sayang ini semakin bertumbuh pada sosok yang biasa kumemanggilnya ‘Ibu’.

Untuk ibu pemula sepertiku tentu ada aja rasa was-was dan bingung sebelum proses persalinan itu berlangsung, berbagai usaha dari mulai membaca buku dan latihan pun kucoba, namun rupanya berpasrah adalah usaha yang terbaik.

Buat para bumil yang kini tengah menanti sang buah hati, terus berjuang ya. Selain nutrisi yang wajib dipenuhi, ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan untuk memudahkan proses persalinan nanti.

  1. Membaca, banyak – banyakin info dan ilmu seputar persalinan akan membuat kita lebih siap menghadapi kelahiran buah hati.
  2. Mengikuti senam hamil, waktu itu aku sendiri nggak ikut kelas senam hamil secara formal karena kontraksi palsu sudah mulai sering terasa, sebatas hanya latihan sendiri di rumah, namun bila kita sempat mengikuti kelas formal, tentu tersedia instruktur yang siap memberikan pelatihan dan memandu untuk persiapan proses persalinan nanti.
  3. Merutinkan periksa kesehatan ibu dan janin ke dokter atau tenaga kesehatan yang tersedia. Pastikan perkembangan bayi terpantau setiap bulannya, baik posisi bayi, berat badan bayi maupun kesehatan ibu dan si kecil.
  4. Sering diskusi dengan sesama ibu hamil maupun para ibu yang telah berpengalaman. Perbanyak diskusi dengan mereka yang membuat kita semakin siap, semangat dan lebih kuat.
  5. Memperhatikan HPL, memang tingkat keakuratan bayi yang lahir sesuai HPL (Hari Perkiraan Lahir) hanya sekitar 5%, namun darinya kita bisa menjadikan tolak ukur untuk mempersiapkan hal-hal urgent yang perlu dipersiapkan. Seperti: tas darurat, kartu jaminan kesehatan (bila menggunakan), oh ya untuk jamkes ini perlu diurus jauh-jauh hari juga, tentukan di mana kita akan melahirkan, juga keluarga yang sedia menemani saat persalinan nanti.
  6. Persiapan spiritual, tidak kalah pentingnya selain persiapan fisik. Doa, dzikir, kepasrahan dan sugesti diri menjadi hal yang sangat membantu dalam proses persalinan nanti.
  7. Meminta maaf dan memohon doa pada orangtua dan suami. Dukungan suami memang sangat penting bagi seorang istri terlebih saat melahirkan, kehadirannya akan memberikan support secara psikologis. Di sisi lain ada yang tidak kalah penting: Ridho dan doa orangtua, khususnya ibu, karena mereka yang melahirkan dan membesarkan kita, doanya adalah pembuka rahmat-rahmat langit.
  8. Banyak berjalan dan latihan ringan. Memasuki Trimester 3 untuk memudahkan kepala bayi masuk ke tulang panggul, kita bisa banyak berjalan kaki atau membentuk badan dengan posisi jongkok. Sebelum melakukannya perlu juga berkonsultasi dengan dokter, karena mereka yang lebih tau kondisi kesehatan ibu hamil dan bayinya.
  9. Mempersiapkan pasca persalinan. Baik persalinan secara normal maupun sesar, setelah melahirkan ibu hamil akan memerlukan pemulihan agar dapat fit seperti semula. Cukupkan istirahat dan buatlah ibu berada dalam kondisi yang nyaman. Menjaga kesehatan juga menjadi penting selama ibu menjalani kehamilan dan menyusui si kecil nantinya.

 

Menjadi ibu adalah anugerah Allah yang tak ternilai, bahagianya tak dapat diganti dengan materi apapun. Menjadi ibu adalah proses belajar untuk mengalahkan egoime diri, mengutamakan anak dibanding diri sendiri. Berbagi hati dan nutrisi dengan sang buah hati.
Menjadi ibu adalah kesempatan untuk beribadah, membimbing dan mendoakan anak yang terbaik, belajar sabar kala kelelahan itu tengah hadir dan syukur kala kepintaran dan kelucuan sang buah hati menghibur diri. Karena anak adalah amanah dari langit, guru kecil bagi setiap orangtua yang tengah memantaskan diri bagi generasi penerusnya nanti.

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Oktober 2017 in Uncategorized