RSS

Arsip Kategori: food recipes

TIPS MENGURANGI SODIUM DALAM MASAKAN

Supmi

Sodium merupakan zat gizi mikro yang terdapat dalam aneka bahan pangan dan masakan. Di dalam masakan, selain dari bahan yang digunakan, sodium juga berasal dari penggunaan bahan tambahan. Garam dapur (NaCl) adalah salah satu kontributor sodium dalam masakan. Dalam 1 sendok makan garam (4,8 g), terkandung 1888 mg sodium.

Garam digunakan dalam masakan dengan tujuan untuk memberikan rasa enak bagi masakan dengan kontribusi terhadap asin. Sayangnya, rasa enak dengan penggunaan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit hipertensi dan lainnya. Oleh sebab itu, berbagai penelitian dilakukan untuk mengurangi kandungan sodium dalam masakan. Penelitian yang cukup populer dan terbukti efektif adalah dengan mengoptimalkan sumber rasa umami, seperti MSG (monosodium glutamat). Penelitian yang dilakukan Yamaguchi, S dan Takahashi, C. (1984) menunjukkan bahwa penambahan MSG dapat mengurangi garam tanpa mengorbankan kelezatan makanan. Pada Gambar 1 terlihat bahwa penambahan MSG sebanyak 0.38% dapat meningkatkan penerimaan suatu masakan oleh konsumen, sementara konsentrasi garam dapat dikurangi. Dalam penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Food Science terungkap, dengan kombinasi tersebut total sodium dalam masakn juga menjadi berkurang. Dengan kombinasi tersebut, jumlah sodium yang diturunkan mencapai 20-40%.

MSG vs Garam
Pertanyaan yang muncul adalah bukankah MSG juga mengandung sodium? Ternyata, setelah diukur dengan berat yang sama, MSG hanya mengandung jumlah natrium 1/3 dari garam. Di dalam MSG hanya terdapat 12% natrium, sedangkan sisanya adalah glutamat bebas (78%) dan air (10%). Artinya, dalam 1 sendok makan MSG hanya terkandung 590 mg sodium. Sedangkan dalam garam dapur, kadar sodiumnya mencapai 40%. Perbandingan antara jumlah sodium pada garam dapur dan MSG secara lengkap dapat dilihat pada Tabel.

tabelMSG

Sumber:
Yunita, Fitria B. dan Simak, Kiki M., 2013b, Umami Indonesia. Tips Mengurangi Sodium dalam Masakan. ed. 6, I: 10-11. Bogor.
klubpompi.pom.go.id

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in food recipes

 

Tag: , ,

8 Kiat Memasak Sayuran

00d9b1e39f02d57be65ad2a9a6eaa3b8_XL
Berikut ini beberapa kiat meminimalkan kerusakan zat gizi pada sayuran yang dimasak:

1. Pengupasan, terutama kentang dan wortel, sebaiknya dilakukan seminimal mungkin agar tidak terlalu banyak menghilangkan zat gizi yang justru terdapat di dekat kulit.

2. Pencucian sebaiknya dilakukan sebelum sayuran dipotong-potong agar tidak banyak melarutkan zat gizi.

3. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan ukuran agak besar. Semakin kecil ukuran bahan, semakin banyak vitamin dan mineral yang terlarut saat dicuci.

4. Pemasakan dilakukan dengan sesedikit mungkin air. Apabila sayuran berkuah, usahakan untuk meminum kuahnya.

5. Memasukkan sayuran ke dalam panci sebaiknya dilakukan jika air telah mendidih untuk memperpendek waktu kontak dengan air panas. Pemasakan dengan cara dikukus lebih sedikit menghilangkan zat gizi dibandingkan dengan direbus.

6. Biarkan panci terbuka selama perebusan agar asam-asam menguap sehingga sayuran tetap berwarna hjau, tidak kecoklatan.

7. Pada pembuatan sayuran bersantan (sayuran lodeh misalnya), gunakan air perebus sesedikit mungkin. Setelah sayuran lunak, baru dimasukkan santan dan diaduk agar santan tidak pecah.

8. Pada penumisan, gunakan minyak nabati sebagai media penggoreng. Masukkan sayuran ke dalam wajan yang telah panas dan tutup sebentar. Setelah keluar uap, wajan dibuka agar warna sayuran tidak berubah. Penumisan sangat baik dilakukan untuk melarutkan vitamin A, D, E, dan K pada sayuran sehingga menjadi mudah diserap di dalam tubuh.

Sumber: Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, Prof Made Astawan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in food recipes

 

Tag: ,

Yuk, Konsumsi Ikan!

manfaat-konsumsi-ikan

Sahabat adakah di antara kalian yang tidak senang mengkonsumsi daging ikan atau merasa mual saat melihat hidangannya? Jika ada, saya sarankan agar segera mengubah image tersebut. Terinspirasi dari Bunda Rita dan timnya yang baru saja mempresentasikan hasil olahan ikan di acara rakornas Salimah (Persaudaraan Muslimah), membuat saya ingin berbagi akan kandungan olahan ikan yang begitu besar. Ikan adalah jenis makanan hewani yang kaya akan kandungan zat gizi, khususnya protein. Selain itu makanan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, seperti kandungan Omega 3 yang bermanfaat dalam proses perkembangan otak pada janin, perkembangan fungsi syaraf dan penglihatan bayi. Kemudian yang paling mengejutkan, rupanya 40% asam lemak di dalam otak berupa asam lemak omega 3. Ini mengapa sering kita dapati banyak dokter anak yang menyarankan agar para batita diberi asupan olahan ikan.

Tidak hanya itu saja lho.. serat protein yang ada pada ikan juga kaya akan asam amino yang dapat merangsang pertumbuhan sel otak pada balita. Terlebih kandungan berbagai vitaminnya juga sangat kita butuhkan, contoh saja vitamin A dalam minyak hati ikan yang berguna untuk mencegah kebutaan pada anak, vitamin D untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang. Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah penyakit anemia dan kerusakan syaraf, serta vitamin B12 yang dapat membentuk sel darah merah untuk membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.

Buat sahabat yang sering kekurangan zat besi, banyak-banyaklah mengkonsumsi ikan, karena kandungan zat besi pada ikan sangat mudah diserap oleh tubuh, ada juga yodium yang dapat mencegah penyakit gondok, dan selenium yang membantu memperlancar metabolisme tubuh kita. Nah, setelah kalian tahu sederetan manfaat dari kandungan gizi ikan, tentu image awal tadi akan berubah bukan?

Seperti teman saya contohnya, ia sangat tidak senang dengan ikan lele. Ya wajar saja sih, sebagian orang memang menganggap bahwa ikan berkumis ini menjijikan. Mungkin karena habitatnya di air yang becek dan berlumpur atau karena bentuknya yang panjang dan licin. Namun, tahukah kalian bahwa kandungan gizi yang ada pada tubuh ikan lele pun cukup banyak. Per-100 gram ikan lele rupanya memiliki kandungan 84 kalori, 14,8 gram protein, 2,3 gram lemak, 58 mg kolesterol serta 0,3 mg zat besi. Ikan lele juga mengandung selenium yang berguna untuk mencegah kanker, serangan jantung dan katarak, vitamin B12nya diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Potassium untuk mencegah pembentukan batu ginjal dan melancarkan aliran oxygen ke otak.

Wah, ternyata ikan lele saja banyak sekali kandungan gizinya ya! Selain ikan lele, ada lagi nih jenis ikan yang sangat familiar di kalangan para pecinta ikan laut khususnya. Ikan salmon namanya, jenis ikan laut ini sangat kaya akan omega 3, komponen-komponen omega 3 yang terkandung di dalamnya antara lain DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). DHA berfungsi dalam mengantarkan rangsangan saraf menuju ke otak, sedang EPA berfungsi pada pembentukan sel-sel darah dan jantung serta melancarkan sistem sirkulasi darah.

Dari hasil sebuah penelitian, disebutkan bahwa konsumsi ikan salmon dapat memperkecil risiko bayi terlahir autis serta dapat menurunkan risiko bayi terlahir prematur, bayi lahir dengan kecerdasan yang kurang, seperti sulit konsentrasi, dan juga hiperaktif. Itu mengapa bagi ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi ikan salmon paling tidak dua kali dalam satu minggu, tepatnya saat usia kehamilannya di trimester pertama hingga trimester kedua.

Sayangnya yang jadi permasalahan, seringkali kita salah dalam memilih dan mengolah ikan salmon, sehingga nutrisinya yang didapat pun tidak maksimal. Lalu bagaimana cara memilih dan mengolah ikan salmon dengan tepat?

1. Pilihlah ikan salmon dengan mata yang cerah dan sisik-sisiknya masih berkilau, karena tampilan tersebut menunjukkan bahwa ikan salmon masih segar. Kita juga bisa menghirup baunya yang masih beraroma laut dan tidak terlalu amis.

2. Masaklah ikan salmon dengan api sedang supaya nutrisi tetap terjaga. Pengolahan dengan direbus ataupun digoreng sebaiknya tetap menggunakan api sedang karena salmon cepat sekali matang dan berubah warna. Bila digoreng sebaiknya menggunakan minyak yang tidak terlalu banyak dan segera diangkat bila warnanya sudah berubah menjadi merah muda di tengahnya. Apabila dipanggang, gunakan suhu yang tidak terlalu tinggi, atur saja agar tetap dalam suhu sedang.

Itu tadi beberapa sampel jenis ikan yang cukup familiar di masyarakat, tentu jenis ikan lainnya tetap memiliki kandungan gizi yang tak kalah penting, seperti ikan nila, belut, dan berbagai jenis ikan laut yang tidak diragukan lagi kandungan gizinya. Nah teman-teman, yuk banyak mengkonsumsi ikan! karena selain bergizi, rasanyapun lezat dan dapat diolah menjadi beraneka ragam jenis masakan untuk kita konsumsi.

Oh ya.. berikut tampilan produk olahan ikan berupa abon dan stick cumi by bunda Rita and the team. Alhamdulillah produk olahan ikan yang dipresentasikan dalam perlombaan pengolahan bahan ikan tingkat Nasional ini mendapat peringkat pertama karena tampilan dan rasanya. Mabruk yaa Salimah DIY 🙂

10373832_4267844112015_3067522557560575530_n

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2014 in food recipes

 

Make Hainanese Chicken Rice

Hello my friends, have you ever heard Hainanese Chicken rice??

hmm.. how yummy this dish! the foods was so good.. 🙂
This dish is part of my favorite menu. I learned how to make it from my sister; Intan.
Hainanese Chicken Rice comes from the Chinese subtropical island of Hainan, but this foods popular in Malaysia and Singapore.
My Dad says the most popular dish of Hainan is the Chicken Rice in which a chicken is used in all ways and you will find this dish in every  food court, restaurant and street corner coffee shop as well as in the coffee houses of all hotels in Singapore.

Alright, Today, I will show you how to make Hainanese Chicken rice… 😀

Happy reading and Enjoy it..

10297836_4235082532996_1216819294539831470_n

 

 

Resep ala fatmah Bahalwan

Bahan yang dibutuhkan:
600 gr Beras pulen
2 sdm Margarine
2 siung bawang putih, cincang
600 ml air kaldu
3 btg daun bawang, ambil bagian batangnya aja, potong panjang (3 cm)
1 bh bawang bombay besar, iris tipis.
2 cm jahe, memarkan
1 ekor ayam
1500 cc air
1,5 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
200 gr lobak putih, belah dua memanjang, iris tipis melintang
1 bh kaldu blok, bila suka


Cara membuat :

– didihkan 1500cc air, lalu masukkan ayam. Rebus hingga ayam empuk, ambil kaldu yg diperlukan untuk memasak nasi (600 cc). teruskan memasak dengan memasukkan bawang putih cincang, daun bawang, merica, jahe, garam dan kaldu blok (optional). Didihkan sekali lagi, masukkan lobak.
– angkat ayam, sisihkan.
– Dalam panci, lelehkan margarin, tumis bawang bombay, bawang putih cincang, jahe, hingga harum, masukkan garam dan kaldo blok, aduk rata, lalu masukkan beras, aduk lagi hingga rata.
– tuang air kaldu, biarkan mendidih, masak hingga menjadi aron, kemudian kukus dalam dandang selama 20 menit.
– buat sausnya : dalam mangkok, tuang 2 sdm kecap manis, 1 sdm kecap asin, 1 sdm minyak wijen, daun bawang iris, trus tuang kaldu ayam panas, aduk.

Cara Penyajian:
Nasi hainan, sendiri
ayam, sendiri
Saus (kuah) dalam mangkok

 

Tambahan menu >> Telur Balado Pedas dan Nikmat

Bahan-bahan  yang dibutuhkan:
  • 8 butir telur
  • 20 gram cabai merah keriting (ditumbuk kasar)
  • 2 siung bawang merah (dirajang tipis)
  • 5 siung bawang putih (dihaluskan)
  • 1 buah tomat (direus dan dipotong-potong)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 50 ml air
  • Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)

 

Cara Membuat Telur Balado Pedas dan Nikmat :
  1. Pertama-tama rebuslah telur hingga matang lalu angkat dan diamkan sesaat hingga dingin, selanjutnya kupas kulitnya, lalu goreng telur hingga berwarna kekuning-kuningan, angkat dan tiriskan.
  2. Tumislah bawang merah hingga keluar aroma harum, lalu tambahkan cabe merah, bawang putih serta tomat dan aduk-aduk hingga warna berubah. Selanjutnya tambahkan air, gula dan garam, lalu aduk-aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata. Terakhir masukkan telur yang sebelumnya sudah digoreng, aduk-aduk hingga terlur tercampur rata dengan balado, segera angkat dan sajikan dengan nasi panas.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Mei 2014 in food recipes

 

Tag: