RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

Ibu, Pendidik Pertamaku

recovery.png

Dialah Ibu, wanita mulia yang paling berhak atas anaknya, yang karena kemuliaannya, Rasulullah mendudukannya 3 kali lebih utama sebelum ayah.

Terlampau banyak kebaikan bila harus diuraikan dengan kumpulan kata. Yang kutahu, Ibulah pendidik pertamaku, yang selalu bersabar mendidik dengan ketulusan dan akan menjadi tegas kala aku berlaku salah.

Jauh sebelum aku mengenal istilah dakwah, Ibu telah mengajarkan pentingnya berbagi kebaikan atau melerai sebuah pertengkaran.

Jauh sebelum kita dewasa dan pernah menyimpan rasa suka, Ibu telah mencurahkan kasih sayang pada anaknya, bahkan sebelum melihat fisiknya secara langsung.

Ibu, ya dialah orang pertama yang paling berhak meraih cinta dari anaknya, meski kasih sayang ibu jauh lebih tak berbatas.

Inspirasi dan pembelajaran, sarat terlukis pada sosoknya. Ibu biasa yang menjadi luar biasa karena ketulusannya. Ibu yang memilih ayah karena kesabaran dan kesholihan, yang kuat menanamkan karakter pada anak-anaknya.

Kini, saat Allah beriku kesempatan untuk banyak belajar mengelola dan mendidik anak-anak di sekolah. Aku semakin sadar bahwa suka duka itu pasti ada, tapi keyakinan bahwa di antara mereka kelak akan menarik kita ke surga, itulah pembelajaran bermakna, seperti yang ibu ajarkan:  bahwa mendidik butuh ilmu, kesabaran dan kesandaran yang kuat Pada-Nya.

Alhamdulillah, Puji Syukur hanya untukMu Yaa Allah..

Iklan
 
 

Tag: ,

Dari Faiz Untuk Bunda dan Dunia

Dalam bait puisi tersimpan berbagai makna yang teramat dalam.
Seseorang yang senang menulis puisi, biasanya akan cenderung lebih peka terhadap keadaan sekitar.
Seperti puisi-puisi di bawah ini, karya seorang anak berusia 8 tahun kala itu.
Banyak yang masih mengoleksi karyanya, khususnya di kalangan sastrawan,
karena tak banyak anak seusia SD kelas 2 yang gemar menulis puisi hingga menulis surat bagi presiden seperti Faiz saat itu.

Dalam kumpulan puisi ini, Faiz mengambil tema seperti tokoh pahlawan, kasih sayang, kepedulian sosial hingga surat bagi Presiden.
namun yang tidak kalah menarik adalah puisi-puisi yang mengangkat tema tentang ibu.
Ya, membacanya seperti meresapi bait-bait kasih sayang  bunda pada anaknya
yang karenanya ia tuangkan dalamsebuah buku, khusus dedikasikan untuk dunia dan ibundanya: Helvy Tiana Rosa

Berikut kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz

PUISI BUNDA

bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku
tapi semakin lama kuamati

senyuman bunda adalah puisi
tatapan bunda adalah puisi
teguran bunda adalah puisi

belaian dan doanya adalah puisi cinta
yang disampaikannya padaku
tak putus putus

tak putus putus
bahkan bila kutidur

(Mei 2003)

JALAN BUNDA

bunda

engkaulah yang menuntunku
ke jalan kupu-kupu

(September 2003)

HATTA

Engkau adalah kenangan
yang tumbuh dalam kepala dan jiwaku
Suatu malam kau datang dalam mimpiku
katamu:

jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhaan
sebagai teman paling setia

Aku anak kecil
berjanji menepati
jadi akan kusurati lagi
presiden kita
hari ini

(17 Agustus 2003)

SITI DAN UDIN DI JALAN

Siti dan Udin namanya
sejak pagi belum makan
minum cuma seadanya
dengan membawa kecrekan
mengitari jalan-jalan ibu kota

Siti punya ayah
seorang tukang becak
ibunya tukang cuci
berbadan ringkih

Udin tak tahu di mana ayahnya
ditinggal sejak bayi
ibunya hanya pemulung
memunguti kardus dan plastik bekas

Mereka bangun rumah
dari triplek dan kardus tebal
di tepi kali ciliwung
tapi sering kena gusur

Bila malam tiba
mereka tidur di kolong jembatan
ditemani nyanyian nyamuk
dan suara bentakan preman

Siti dan Udin namanya
muka mereka penuh debu
dengan baju rombengan
menyanyi di tengah kebisingan

pagi sampai malam
tersenyum dalam peluh
menyapa om dan tante
mengharap receh seadanya

Beribu Siti dan Udin
berkeliaran di jalan-jalan
dengan suara serak
dan napas sesak oleh polusi

kalau hari ini bisa makan
sudah alhamdulillah
tapi tetap berdoa
agar bisa sekolah
dan punya rumah berjendela

(Februari 2003)

AYAH BUNDAKU

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga
Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah nanti

(Januari 2002)

MENARUH

Aku menaruh semua mainan
dan teman di sisiku

Aku menaruh bunda di hatiku
dekat sekali
dengan tempat kebaikan

Tapi
Aku tak bisa menaruh Allah

Ia menaruhku di bumi
bersama bunda dan semua

Ia ada dalam tiap napas
dan penglihatanku

Allah, hari ini kumohon
taruhlah para anak jalanan,
teman-teman kecilku yang miskin
dan menderita
dalam belaianMu

dan buatlah ayah bunda
menjadi kaya
dan menaruh mereka
di rumah kami

Amin.

(Juli 2001)

SURAT BUAT IBU NEGARA

Kepada Yang Terhormat

Presiden Republik Indonesia
Megawati
Di Istana

Assalaamualaikum.

Ibu Mega, apa kabar?
Aku harap ibu baik-baik seperti aku saat ini.

Ibu, di kelas badanku paling tinggi.
Cita-citaku juga tinggi.

Aku mau jadi presiden.
Tapi baik.
Presiden yang pintar,
bisa buat komputer sendiri.

Yang tegas sekali.
Bisa bicara 10 bahasa.
Presiden yang dicintai orang-orang.
Kalau meninggal masuk surga.

Ibu sayang,

Bunda pernah cerita
tentang Umar sahabat Nabi Muhammad.
Dia itu pemimpin.

Umar suka jalan-jalan
ke tempat yang banyak orang miskinnya.

Tapi orang-orang tidak tahu kalau itu Umar.
Soalnya Umar menyamar.
Umar juga tidak bawa pengawal.

Umar jadi tahu
kalau ada orang yang kesusahan di negerinya
Dia bisa cepat menolong.

Kalau jadi presiden
aku juga mau seperti Umar.

Tapi masih lama sekali.
Harus sudah tua dan kalau dipilih orang.

Jadi aku mengirim surat ini
Mau mengajak ibu menyamar.

Malam-malam kita bisa pergi
ke tempat yang banyak orang miskinnya.

Pakai baju robek dan jelek.
Muka dibuat kotor.

Kita dengar kesusahan rakyat.
Terus kita tolong.

Tapi ibu jangan bawa pengawal.
Jangan bilang-bilang.

Kita tidak usah pergi jauh-jauh.
Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan.

Mereka mengamen mengemis.
Tidak ada bapak ibunya.

Terus banyak orang jahat
minta duit dari anak-anak kecil.

Kasihan.

Ibu Presiden,
kalau mau, ibu balas surat aku ya.

Jangan ketahuan pengawal
nanti ibu tidak boleh pergi.

Aku yang jaga
supaya ibu tidak diganggu orang.

Ibu jangan takut.
Presiden kan punya baju tidak mempan peluru.

Ada kan seperti di filem?
Pakai saja.

Ibu juga bisa kurus
kalau jalan kaki terus.

Tapi tidak apa.
Sehat.

Jadi ibu bisa kenal orang-orang miskin
di negara Indonesia.

Bisa tahu sendiri
tidak usah tunggu laporan

karena sering ada korupsi.

Sudah dulu ya.
Ibu jangan marah ya.

Kalau tidak senang
aku jangan dipenjara ya.

Terimakasih.

Dari

Abdurahman Faiz

Kelas II SDN 02 Cipayung Jakarta Timur

PENGUNGSI DI NEGERI SENDIRI

Tak ada lagi yang menari
di antara tenda-tenda kumuh di sini
hanya derita yang melekat di mata

dan hati kami

Tidak satu nyanyian pun

pernah kami dendangkan lagi

hanya lagu-lagu airmata

di antara lapar, dahaga

pada pergantian musim

Sampaikah padamu, saudaraku?

(Oktober 2003)

BUNDA CINTAKU

Bunda

kau selalu ada di sisiku

kau selalu di hatiku

senyummu rembulan

baktimu seperti matahari

yang setia menyinari

dan cintamu adalah udara

yang kuhirup setiap hari

meski di dalam sedih

walau dalam susah

langkahmu pasti

jadikan aku insan berarti

terimakasih bunda cintaku

(November 2002)

TUJUH LUKA DI HARI ULANGTAHUNKU

Sehari sebelum ulangtahunku

aku terjatuh di selokan besar

ada tujuh luka membekas, berdarah

aku mencoba tertawa, malah meringis

Sehari sebelum ulangtahunku

negeriku masih juga begitu

lebih dari tujuh luka membekas

kemiskinan, kejahatan,

korupsi di mana-mana,

pengangguran, pengungsi

jadi pemandangan

yang meletihkan mata

menyakitkan hati

Tapi ada yang seperti lucu di negeriku

orang yang ketahuan berbuat jahat

tidak selalu dihukum

namun orang baik bisa dipenjara

Pada ulangtahunku yang kedelapan

aku berdiri di sini dengan tujuh luka

sambil membayangkan Indonesia Raya

dan selokan besar itu

Tiba-tiba aku ingin menangis

(15 November 2003)

SIAPA MAU JADI PRESIDEN?

menjadi presiden itu

berarti melayani

dengan segenap hati

rakyat yang meminta suka

dan menyerahkan jutaan

keranjang dukanya padamu

(November, 2003)

DARI SEORANG ANAK IRAK DALAM MIMPIKU, UNTUK BUSH

Mengapa kau biarkan anak-anak meneguk derita

peluru-peluru itu bicara pada tubuh kami

dengan bahasa yang paling perih

Irak, Afghanistan, Palestina

dan entah negeri mana lagi

meratap-ratap

Mengapa kau koyak tubuh kami?

apa yang kau cari?

apa salah kami?

kami hanya bocah

yang selalu gemetar mendengar

keributan dan ledakan

mengapa kau perangi bapak ibu kami?

Kini

kami tak pernah lagi melihat pelangi

hanya api di matamu

dan sejarah yang perih

tapi kami sudah tak bisa lagi menangis

Kami berdarah

Kami mati

(Oktober 2003)

PENULIS

Ayahku wartawan

bundaku sastrawan

dan akulah dia

yang susah payah

mengumpulkan semua cinta

semua duka

menjadikannya untaian kata

yang kualamatkan pada dunia

mungkin menjadi kebaikan

yang bisa dibaca siapa saja

dan sedikit uang

untuk kusedekahkan

pada fakir miskin

(Agustus 2003)

MUHAMMAD RINDUKU

Kalau kau mencintai Muhammad

ikutilah dia

sepenuh hati

apa yang dikatakan

apa yang dilakukan

ikuti semua

jangan kau tawar lagi

sebab ialah lelaki utama itu

memang jalan yang ditempuhnya

sungguh susah

hingga dengannya terbelah bulan

tapi kalau kau mencintai Rasul

ikutilah dia

sepenuh rindumu

dan akan sampailah kau padaNya

(April 2003)

KEPADA KORUPTOR

Gantilah makanan bapak

dengan nasi putih, sayur dan daging

jangan makan uang kami

lihatlah airmata para bocah

yang menderas di tiap lampu merah jalan-jalan Jakarta

dengarlah jerit lapar mereka di pengungsian

juga doa kanak-kanak yang ingin sekali sekolah

Telah bapak saksikan

orang-orang miskin memenuhi seluruh negeri

tidakkah menggetarkan bapak?

Tolong, Pak

gantilah makanan bapak seperti manusia

jangan makan uang kami

(Oktober 2003)

DOAKU HARI INI

Tuhanku

berikanlah waktumu padaku

untuk tumbuh di jalan cinta

dan menyemainya

di sepanjang jalan ayah bundaku

di sepanjang jalan Indonesiaku

di sepanjang jalan menujuMu

Amin

(Juli, 2003)

BUNDA KE AMERIKA

Sepucuk surat undangan sampai pagi ini di rumah kami

untuk bundaku tercinta

dari universitas di Amerika

aku tahu bundaku pintar

juga amat berbudaya

tak heran bila ia diundang bicara

sampai ke negeri adidaya

ia adalah muslimah ramah

dengan jilbab tak pernah lepas dari kepala

sehari-hari berbicara benar

dan tak henti membela yang lemah

dari berita yang kubaca

Amerika penuh rekayasa

khawatir pun melanda

bila jilbab dijadikan masalah

Bagaimana bila bunda

tiba-tiba dianggap anggota alqaidah?

bukankah Presiden Amerika

menuduh dengan mudah

siapa saja yang tak dia suka?

Maka aku minta kepada Allah

agar bunda dilindungi senantiasa

bunda tersenyum dan memelukku

ia teguh pergi dengan jilbab di kepala

katanya: hanya Allah maha penjaga

(September 2003)

PUISI BUNDA 2

Engkau adalah puisi abadiku

yang tak mungkin kutemukan dalam buku

(November 2003)

Sumber buku:

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2015 in Uncategorized

 

Tag: , ,

Peluang Bisnis di Bali

Pulau Bali tidak hanya menyimpan potensi budaya dan daerah wisatanya yang menarik, tapi juga peluang bisnisnya yang menjanjikan. Banyaknya wisatawan yang datang ke pulau dewata ini memberikan banyak peluang untuk melakukan bisnis. Alhamdulillah beberapa hari ini diberi kesempatan untuk banyak belajar dari bli Robert, Mas Eka dan istri. Banyak peluang bisnis di pulau tersebut, mulai dari bisnis mukena, kaos Bali, cindera mata, persewaan sepeda, rental mobil, sampai penginapan/hotel.

Kita tentu tidak asing dengan pulau dewata ini, mayoritas penduduknya memang beragama hindu, umat muslim hanya sebesar 5% meski begitu rupanya banyak mukena yang biasa digunakan untuk beribadah umat muslimah yang diproduksi di Bali. Selain itu, mukena bali pun mempunyai daya tarik tersendiri sehingga cukup diminati oleh masyarakat Indonesia.

Tak hanya mukena Bali, kaos bali dan asessories merupakan buah tangan yang sangat diminati oleh wisatawan manca maupun lokal. Kaos dan assesories yang ditawarkanpun beragam, tentunya ada harga ada barang. Tidak ada salahnya juga bila menawarkan produk baru yang lebih menarik. Tentu tidak harus langsung membuka toko besar disana, bagi Anda yang ingin berbisnis seperti itu, Anda bisa membuka toko online, karena peluang ini cukup menarik.

Selanjutnya untuk bisnis persewaan sepeda, rental mobil, atau penginapan memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit.

Berjalan-jalan dan menikmati keindahan panorama di Pulau Bali memang sangat memanjakan mata, namun rasanya bila terus berjalan kaki akan sangat melelahkan, sedangkan kendaraan disana pun sudah cukup padat. Bersepeda menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi polusi udara serta juga bisa menyehatkan badan, khususnya bagi wisatawan mancanegara yang senang berjalan-jalan dan membutuhkan alat transportasi jarak dekat.

Salah satu usaha yang memiliki profit menguntungkan yaitu sewa mobil, bisnis tersebut yang saat ini tengah digeluti oleh istrinya mas Eka. Saat ini banyak sekali wisatawan yang datang ke Bali bersama keluarga atau teman-temannya dan kebingungan dalam menyewa kendaraan untuk berjalan-jalan dari satu obyek wisata ke obyek wisata yang lain. Persewaan mobil menjadi salah satu solusi pertama yang mereka incar. Sebenarnya ketika menjalankan rental, kita hanya perlu mengeluarkan uang untuk DP saja. Misalnya kita memilih Xenia dengan biaya 15 hingga 20 juta dalam waktu 3 tahun dan angsurannya Rp 3 juta per bulan. Asumsinya ketika ada orang menyewa dalam satu hari saja sekitar Rp 200.000, jadi anda hanya perlu bekerja 15 hari dan sisanya dapat digunakan sendiri. Untuk pemilihan kendaraan, sebaiknya menggunakan Xenia atau Avanza, karena dari kapasitas sangat cocok bagi keluarga dan menyetirnya seperti sedan.

Tips bagi Anda yang memang ingin berbisnis rental ini, jangan lupa untuk memasang GPS, daftar asuransi dan tidak memberikan pinjaman kepada pelanggan yang menyewa dalam jangka waktu lama. Pemasarannya pun bisa dengan berbagi cara, seperti mengobrol ringan dan berkenal dengan orang lain saat di lobi hotel sekalian memberikan brosur iklan, bisa  juga dengan memberitahu teman, buat brosur, beriklan di radio atau online di media sosial seperti twitter/fb/website. Terakhir adalah usaha penginapan atau hotel, kalau yang ini tentu dibutuhkan modal yang sangat banyak. Harga tanah di Bali pun sangat mahal, terlebih di titik-titik lokasi yang strategis. Kalau berdasarkan informasi dari bli Robert sih, kebanyakan bangunan-bangunan hotel yang ada di Bali justru bukan milik warga Bali, tetapi anak-anak para pejabat atau warga luar Pulau Jawa. Nah, tetapi bagi Anda yang tinggal di daerah Bali asli, seperti Denpasar, atau warga di luar pulau Bali tetapi mempunyai tempat tinggal disana, tidak ada salahnya untuk memulai usaha dengan menyewakan tempat tinggal Anda

10897027_10200102694927816_1946816093049476367_n

10897027_10200102694927816_1946816093049476367_n (1)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Desember 2014 in Uncategorized

 

Hangatnya Pelukan Ibu

295960_519235148093277_1860194517_n

Pelukan hangat seorang ibu bak pelepas dahaga di terik siang,
Hangatnya senyuman, ikhlasnya bimbingan
Seperti kuatkan kaki ini untuk bertahan,

Malu-malu, polos, kebocahan, mungkin itulah yang melekat padaku kala itu
Tapi sapaan hangatmu seakan mengajakku lebih dekat
Meski tatap muka saja belum pernah

Perlahan namun pasti, aku merasakan betapa kasih sayang itu menular
Saat pertama jumpa dan kau mencari namaku, aku pun bersegera mencium tanganmu
Engkau berusaha mendekati ramah, dengan cinta dan celupan ukhuwah,
meski tanpa ikatan darah

Ibu, tapi baru kutahu sekarang
Di balik kasih sayang yang selalu kau tebarkan
Di balik cinta dan persaudaraan yang syahdu itu
Engkau mengidap sakit yang tak ringan

Ah Ibu, kenapa engkau tak pernah cerita
Bahkan aku baru tahu sekarang
Saat kau telah berangkat ke negeri pad nabi

Ibu,
mungkin fisikmu mulai lemah,
Tapi ruhiyahmu semoga selalu kuatkan langkah

Dalam temaram cahaya malam
dan iringan surah Al-kahfi

image

 
 

Tag:

Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?

manfaatkan-lima-perkara-sebelum-lima

“Do, kamu nggak sholat Isya’ ke masjid?” Tanya Mbak Rini, kakaknya semata wayang.

“Ah, udah pernah Mbak!” Jawab Dodo ketus.

“Kamu tau kan, laki-laki itu wajib sholat di masjid, apalagi Ramadhan gini bisa sekalian tarawih, udah ke masjid dulu sana..”

“Ih.. kenapa sih mbak Rini, ngatur-ngatur hidupku banget, aku masih muda mending main-main dulu ma temen, Udah ya aku mau nge-pump!”

 

Kejadian seperti sepenggal dialog di atas boleh jadi masih banyak kita temui di lingkungan kita, atau mungkin kamu pernah menghadapi langsung orang seperti Dodo tersebut. Seorang anak muda yang senang menghabiskan hidupnya untuk sekedar memuaskan keinginan diri. Ia menganggap kalau hidupnya masih panjang, “taubatnya nanti aja kalau udah tua,” begitu pikirnya. Padahal kita tahu kalau ajal nggak pernah melihat tua dan muda.

Bukankah Islam sangat memberikan perhatian besar kepada para pemuda, khususnya anak muda muslim dengan memberikan pilihan kepada hal-hal yang mendatangkan kebaikkan untuk dirinya, orang lain bahkan akhiratnya? Jangan sampai kita seperti orang-orang merugi yang menyesali masa mudanya karena tak digunakan dengan baik dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Sadarkah, kadang kita merasa sudah sangat paham dengan diri sendiri, tanggal lahir kita, bahkan tidak jarang sebagian dari kita selalu merayakannya setiap tahun: hari lahir, ulang tahun, milad atau apapun yang orang umum sering menyebutnya. Padahal jelas tidak ada satupun yang tahu sampai kapan usia kita. Berapa lama lagi kita akan hidup di dunia ini?

Allah subhanahu wata’ala dengan tegas telah mengingatkan kita dalam sebuah potongan ayat yang artinya:

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Surah Luqman: 34)

Lalu, adakah alasan bagi kita untuk menunda-nunda berbuat baik?
Bila kalian merasa berbeda dengan anak muda pada umumnya yang gemar hang out, ke diskotiksaling mengadu kekuatan dan kegiatan lain yang kurang kerjaan banget, seharusnya kalian bersyukur karena enggak semua anak muda itu mau dan berani meninggalkan kegiatan tersebut.

Misal nih, sejak remaja, kalian milih aktif di organisasi sosial, masjid, nggak mau pacaran, banyakin ibadah, belajar dan lain-lain, sampai kamu dibilang ndesoo sekalipun, abaikan aja. Karena ada yang lebih penting untuk kita pikirkan, yaitu sebuah pertanyaan yang semoga kita semua kelak dimudahkan buat menjawabnya:

“Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?”

Pertanyaan inilah yang akan diajukan kepada setiap jiwa yang ditiupkan ruh oleh Allah hingga ia habiskan masa mudanya di dunia. Seperti yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam salah satu haditsnya:

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi no. 2340)

Betapa Maha Kuasa Allah dengan segala kebesaran-Nya. Sekarang coba kita bermuhasabah, sudahkah kita menggunakan masa muda kita untuk hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan keridhaan Allah subhanahu wata’ala?
Ataukah kita isi dengan perbuatan maksiat yang mendatangkan kemurkaan-Nya? naudzubillah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Juli 2014 in Tarbiyah, Uncategorized

 

Tag:

Masha and The Bear

Catatan Kecil Keluarga

Masih melanjutkan bahasan tentang film kartun. Kali ini adalah Masha and the Bear. Film animasi anak-anak buatan negeri Rusia. Mengisahkan tentang petualangan seorang gadis kecil bernama Masha bersama seekor beruang.

masha

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dari melihat kartun ini, terutama pelajaran kesabaran dari si beruang dalam menghadapi segala tingkah polah Masha. Kadang jadi malu sendiri, si beruang aja bisa sabar gitu, masa saya kalah? Si beruang aja, walau kadang geram dengan perbuatan Masha, tidak sampai keluar kata-kata dari mulutnya. Ada sih perubahan raut muka pertanda marah, namun si beruang segera menghela nafas, lalu menemukan solusi untuk membereskan segala kekacauan yang diakibatkan oleh Masha.

Masha pun memberikan pelajaran bagi anak-anak yang menonton. Memang dia usil, memang dia keras kepala, memang dia kadang melakukan sesuatu yang membahayakan jiwanya, namun dia juga memiliki rasa tanggung jawab. Walau tentu saja dalam melakukan tanggung jawabnya itu, muncul keinginan-keinginan untuk kembali melakukan hal-hal iseng.

Lihat…

Lihat pos aslinya 326 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2014 in Uncategorized

 

Jernih

Mujahidin-pejuang-bercadar

Andai matahari di tangan kananku
takkan mampu mengubah yakinku
terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati

Bilakah rembulan di tangan kiriku
takkan sanggup mengganti imanku
jiwa dan raga ini apapun adanya

Andaikan seribu siksaan
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
seujung rambut pun, aku takkan bimbang
jalan ini yang kutempuh

Bilakah ajal kan menjelang
jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan
cintaku hanyalah untuk-Mu
tetapkan muslimku selalu
(lirik ‘Keimanan’ by Shaffix)

Ada sebuah pepatah yang sangat tidak asing di telinga kita: setelah kesulitan, pasti ada kemudahan, demikian anggapan orang yang yakin akan dinamika roda kehidupan. Bila beberapa orang menganggap pepatah sebagai kalimat yang mereka yakini, rupanya Alquran mempunyai bahasa yang lebih tajam, “Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan, ada kemudahan.” Makna yang menyiratkan akan janji Allah bahwasanya datangnya sebuah kesulitan pasti dibersamai dengan kemudahan.

Apa-apa yang diutarakan dalam Alquran adalah sebuah kebenaran yang langsung datang dari Allah. Seperti sebuah keyakinan, selayaknya mampu menjadi motivasi utama kita dalam berjuang. Ketika berbagai cobaan umat Islam menimpa, maka tidak ada solusi utama selain keyakinan akan kemudahan dari Allah. Cobaan yang mendera umat Islam mulai dari permasalahan di Indonesia hingga Palestina suatu saat pasti akan selesai. Itulah keyakinan yang seharusnya terhujam di dalam kalbu setiap mukminin. Setiap permasalahan akan selesai dengan dicarikan solusi, solusi tersebut adalah perjuangan dan keyakinan.

Seperti kisah Panglima Maslamah dalam ekspedisi militernya, saat itu benteng musuh tampak kokoh berdiri, daerah musuh seakan sulit ditaklukannya. Pasukan Maslamah sangat minim dibanding laskar musuh, meski ia meyakini bahwa para mujahidin menginginkan syahid, tetapi ia harus menjaga agar jumlah pasukannya tetap mencukupi untuk terus berjuang. Panglima Maslamah berpikir keras dan akhirnya ia menemukan jalan.

Ia melihat bahwasanya sebuah lorong dalam benteng musuh kurang terjaga ketat. Bila lorong tersebut dapat ditembus dan dibuka pintunya, tentu para tentara mujahidin dapat dengan mudah menyerang pasukan musuh. Kemudian Maslamah berkesimpulan dengan menawarkan kepada para mujahidin untuk menerobos lorong tersebut.

“Siapakah yang berani merelakan dirinya untuk mengemban amanah ini?” Sunyi. Semua pasukan mujahidin terdiam, mereka hanya saling berpandangan. Panglima Maslamah mengulang kembali pertanyaannya dan tetap saja tidak ada satu pun yang bersedia.

Panglima Maslamah tercenung, ia memikirkan kembali strategi apa yang harus diputuskan. Maslamah hampir saja patah arah, hingga tiba-tiba seorang penunggang kuda mendekatinya. Dari atas pelana, lelaki itu berseru, “Saya akan menjalankan amanah itu wahai Maslamah.” Sontak panglima Maslamah terkejut. Dipandanginya lelaki yang menawarkan dirinya dengan gagahnya tadi. Di pinggangnya terselip pedang, sorot matanya tajam, tapi masyaa Allah, lelaki tersebut menyembunyikan wajahnya dibalik cadar yang diikatkan pada kepalanya. Hanya mata dan pangkal hidungnya saja yang terlihat. Tidak lama, lantas lelaki bercadar tadi pergi mengerjakan tugas. Doa Maslamah mengiringi kepergiannya.

Beberapa saat kemudian, lelaki bercadar tadi kembali dan mengisyaratkan bahwa benteng musuh sudah terbuka. Tanpa pikir panjang, para pasukan mujahidin segera menyerang benteng musuh. Pertempuran pun berlangsung dahsyat, jeritan takbir saling bersahutan. Allah menghadirkan takdir yang telah tertulis. Berkat karunia Allah, Pasukan Islam yang dipimpin oleh Pasukan Maslamah berhasil meraih kemenangan.

Seusai pertempuran, Panglima Maslamah lantas berteriak di sekeliling paara mujahidin, “Wahai orang yang bercadar siapakah Anda sebenarnya? Mendekatlah, perkenalkan dirimu!” Tak ada seorang pun yang menyahut, terlebih mengakui dirinya. Para mujahidin hanya saling berpandangan, mereka pun ingin mengetahui siapa lelaki bercadar tadi. Tak berapa lama, datanglah seorang lelaki ke hadapan Maslamah.
“Jika Tuan ingin mengetahui lelaki bercadar tadi, saya bisa memberi tahu Tuan.” kata lelaki di hadapan Maslamah.

“Engkaukah lelaki bercadar itu?” sergah Maslamah.

“Sebelum saya memberi tahu siapa lelaki bercadar itu, Tuan harus memenuhi tiga syarat: pertama, tuan jangan tanya siapa namanya. Kedua, jangan memberi hadiah apa pun padanya. Ketiga, jangan ceritakan pada Amirul Mukminin.” Tiga syarat dari lelaki misterius tadi telah terlontar.

“Baiklah, sekarang katakan siapa dia.” Jawab Maslamah.

Lelaki tadi melanjutkan perkataannya dengan singkat, “Ya, sayalah lelaki bercadar itu.”

Seketika Panglima Maslamah terperanjat. Rasa kagum, haru dan bahagia berbaur dalam hatinya. Sontak,  Maslamah menengadahkan kedua tangannya, lisannya berdoa: “Yaa Allah, kumpulkan aku ke surga bersama lelaki bercadar ini.”

Begitulah kisah hikmah Panglima Maslamah dengan lelaki bercadar dalam ekspedisi militernya. Sejarah pun hingga kini tidak tahu siapa orang bercadar yang berhasil menerobos lorong di benteng musuh. Tapi para malaikat telah mencatat kepahlawanannya dalam peristiwa bersejarah tersebut. Dari kisah Panglima Maslamah ini kita dapat memetik pelajaran bahwa setiap zaman akan hadir seseorang berjiwa pahlawan. Ia tak dikenal namanya atau dibesar-besarkan perjuangan dan kegigihannya. Allah yang berhak membalasnya dengan kebaikan dan surga, Insya Allah. Allah berkuasa untuk melahirkan pahlawan dalam setiap perubahan zaman, pada setiap kesulitan dan kehimpitan, pahlawan-pahlawan yang tulus akan Allah hadirkan untuk siap mendobrak pintu-pintu kezaliman. Seperti orang bercadar yang mendobrak pintu musuh tadi.

Keikhlasan niat dan takdir Allah lah yang membuat pasukan mujahidin berhasil meruntuhkan kaum kafir. Bukankah keikhlasan adalah puncak dari ajaran Islam? Seberapun beratnya ujian yang dihadapi kaum muslim di Indonesia  saat ini, keikhlasan niat, kejernihan hati, ketulisan jiwa dan amal Insya Allah mampu menjadi pendobrak yang luar biasa. Bi ‘idznillah. Oleh karenanya, mari belajar membersihkan hati dan bersabar dalam beramal. Saling berusaha dalam berlomba memperjuangkan kebaikan. Bukan saling menjatuhkan. Semoga dengannya permasalahan umat bisa usai dan kelak kejayaan Islam dapat kita raih.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 April 2014 in Uncategorized